“Tugas saya adalah bagaimana memastikan agar mengawasi teman-teman kolaborasi dengan Pertamina untuk yang kilang-kilang lagi berjalan cepat selesai,” imbuhnya.
Pernyataan Menkeu Purbaya soal Kilang Pertamina
Dalam rapat kerjanya, Menkeu Purbaya mengkritik subsidi energi pemerintah yang terus meningkat setiap tahunnya, serta mengklaim bahwa Indonesia banyak melakukan impor BBM hingga puluhan miliar dolar per tahun.
“Kita pernah bangun kilang baru nggak? Enggak pernah. Sejak krisis (1998) sampai sekarang nggak pernah bangun kilang baru,” kata Purbaya di hadapan anggota DPR.
Selanjutnya, Purbaya meminta para legislator untuk menagih Pertamina terkait pembangunan kilang minyak.
“Jadi, nanti bapak ibu kalau bertemu Pertamina lagi, minta Pertamina bangun kilang baru. Saya pernah tekan mereka tahun 2018 untuk bangun kilang, mereka janji bangun 7 kilang baru dalam waktu 5 tahun, sampai sekarang kan nggak ada satu pun,” tegasnya.
Selain dari pihaknya, Purbaya meminta DPR ikut mengawasi Pertamina karena menurutnya impor yang terus-menerus dapat merugikan negara.
“Kilang itu bukan kita nggak bisa bikin, bukan kita nggak bisa bikin proyeknya, cuma Pertaminanya malas-malasan aja,” tegasnya.
Purbaya Klaim Sudah Tawari Pertamina Investor dari China
Pada kesempatan yang sama, Purbaya mengungkapkan bahwa ia pernah menawarkan investor dari China kepada Pertamina dengan skema penawaran 30 tahun dan setelahnya kilang menjadi milik Indonesia secara gratis.
Namun, “Pertamina bilang ‘Kami keberatan dengan usul tersebut karena kami sudah overcapacity,’ waktu itu saya kaget overcapacity apa? Rencana 7 kilang baru, tapi satu pun nggak jadi kan? Sampai sekarang nggak jadi, yang ada beberapa malah dibakar, kan?” tandasnya.***