nasional

Kasus Korupsi Laptop Chromebook: Cermin Ironi Nilai Antikorupsi yang Pernah Dijunjung Nadiem Makarim

Minggu, 5 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim telah menjalani sidang perdana pra-peradilan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. (kemendikdasmen.go.id)

REDAKSI88.com - Nama Nadiem Makarim kembali menjadi sorotan publik setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2019-2022.

Kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp1,98 triliun ini menjadi ironi tersendiri bagi sosok yang selama ini dikenal menjunjung tinggi integritas dan nilai-nilai antikorupsi.

Ibu Nadiem, Atika Algadri, tak kuasa menahan kesedihan ketika mengetahui anaknya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Baca Juga: Praperadilan Panas Nadiem Makarim: dari Dukungan 12 Tokoh hingga Blunder Kerugian Rp1,98 Triliun

Atika mengaku tidak menyangka bahwa Nadiem, yang sejak kecil telah ditanamkan nilai kejujuran dan keadilan, kini harus berhadapan dengan kasus hukum yang mencoreng nama keluarga.

“Saya sedihnya luar biasa. Dia anak yang menjalankan nilai-nilai keadilan dan kebersihan sejak kecil,” ujar Atika kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat, 3 Oktober 2025. Lebih lanjut, Atika menegaskan bahwa sejak dini Nadiem selalu diajarkan untuk tidak mengambil hak orang lain.

“Kami tidak menyangka bahwa ini akan terjadi,” ucapnya lirih. Ia berharap proses hukum yang dijalani putranya dapat berjalan secara adil dan transparan agar kebenaran dapat terungkap sepenuhnya.

Baca Juga: Kisah Haru Korban Selamat dari Ambruknya Beton Ponpes Al Khoziny: Salat di Bawah Puing, Mengira Hanya Tertidur Pulas

Nadiem sendiri pernah menegaskan pandangannya terhadap praktik korupsi. Dalam video lawas bersama Deddy Corbuzier, Nadiem menyatakan bahwa dirinya lahir dari keluarga yang menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.

“Ayah saya Komite Etika KPK, ibu saya pendiri Penghargaan Anti Korupsi Bung Hatta,” tutur Nadiem dalam video YouTube yang diunggah pada 11 Juni 2025 silam.

Mantan bos Gojek itu bahkan menegaskan komitmennya untuk tidak mengambil uang rakyat sedikit pun.

“Saya tidak akan pernah mengambil sepersen pun uang rakyat.” tegas Nadiem.

Baca Juga: Bayang-bayang Paparan Radioaktif Cs-137 di Cikande: Telisik Akar Masalah demi Jawab Keresahan Warga

Namun kini, pernyataan tersebut berbalik menjadi potret ironi yang menyakitkan. Sosok yang dulu menjadi simbol integritas di kabinet Presiden Joko Widodo justru harus berhadapan dengan proses hukum atas dugaan penyalahgunaan anggaran di kementeriannya sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB