Dinamika di Lingkar Pertahanan
Usai bertemu Jokowi, Presiden Prabowo melanjutkan agenda silaturahmi dengan sejumlah tokoh bangsa, termasuk Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
“Ini tadi ada pertemuan silaturahmi dengan para tokoh,” kata Prabowo dalam pernyataan singkatnya.
Baca Juga: Praperadilan Panas Nadiem Makarim: dari Dukungan 12 Tokoh hingga Blunder Kerugian Rp1,98 Triliun
Menariknya, ini bukan kali pertama dalam sepekan Prabowo dan Sjafrie bertemu. Dua hari sebelumnya, 2 Oktober 2025, Sjafrie juga dipanggil secara mendadak ke Istana Kepresidenan usai menghadiri sailing pass kapal perang TNI AL di Kolinlamil, Jakarta Utara.
Kepala Pusat Rehabilitasi Kemenhan RI, Brigjen TNI Daniel Lumadyo Wartoadi, mengonfirmasi bahwa kunjungan Sjafrie ke RSPPN Panglima Besar Soedirman dibatalkan karena panggilan mendadak dari Presiden.
“Karena tugas mendadak, beliau harus ke istana. Jadi agenda di RSPPN dibatalkan,” ujarnya.
Serangkaian pertemuan ini menandakan adanya dinamika strategis di lingkar inti kepemimpinan pertahanan dan politik nasional.
Meski belum diungkapkan secara terbuka, kehadiran Jokowi di Kertanegara menjadi sinyal kuat: komunikasi politik antar dua presiden tetap terjaga, dan arah konsolidasi kekuasaan berjalan dalam koridor persatuan bangsa.
Di ambang peringatan HUT ke-80 TNI, pertemuan dua pemimpin ini menjadi penanda, bahwa di tengah segala perubahan dan perbedaan, Indonesia tetap satu dalam semangat pengabdian dan cinta tanah air.***