Roll back dilakukan ketika mitra mendaftar, tapi lebih dari 20 hari tidak ada kegiatan dapur, maka akan kembali ke proses pengajuan.
Baca Juga: Peluang Menang Timnas Indonesia di Round 4 Dinilai Hanya 5 Persen: Meski Tipis, tapi Masih Ada Asa
“Persoalannya sangat pelik, 6.018 dapur gizi yang diturunkan statusnya dari persiapan menjadi pengusulan kembali kemudian setelah diusulkan, tertolak. Celakanya lagi, teman-teman mitra sudah membangun, ada yang 100 persen, ada yang 40 persen progresnya,” paparnya.
“Dasarnya apa, pertimbangan teknis apa kebijakan rollback itu dilaksanakan?” imbuhnya.
Yazdi mengklaim bahwa pihaknya menerima sedikitnya 57 laporan dari dapur mitra yang telah mengurus proses verifikasi, namun akhirnya ditolak oleh pihak BGN.
Pertanyakan Verifikasi Mitra di Hotel
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang mengungkapkan bahwa proses verifikasi calon mitra dilakukan di hotel dan secara tertutup.
Hal itu, kata Nanik, agar tim verifikator tidak ada interaksi dengan mitra dapur sehingga tak memunculkan isu titipan saat dapur sudah terverifikasi.
Kebijakan itulah yang dipertanyakan oleh aliansi gizi di mana justru membuat kantor BGN menjadi sepi.
“Melakukan verifikasi mitra dari hotel ke hotel, akhirnya ini gedung BGN sepi, tidak efisien. Ini tidak betul,” tegasnya.
Klaim Ada Jual Beli Titik Dapur
Dalam kesempatan tersebut, Yazdi mengklaim bahwa ada praktik jual beli titik dapur yang melibatkan setoran uang.
“Bukan dugaan, Mbak, itu fakta terjadi di lapangan. Jadi masyarakat dan mitra memang dimintain duit kok. Itu fakta riil,” kata Yazdi.
Ia pun lantang mengatakan tak takut dilaporkan ke ranah hukum jika ucapannya tak bisa dipertanggungjawabkan.
“Kalau dia bilang fitnah, laporkan saya, Ketua Umum Aliansi Pemantau Program Badan Gizi Nasional. Saya cinta Bapak Prabowo karena dia perhatian pada anak-anak bangsa yang sedang melakukan pendidikan. Sangat ada permainan,” klaimnya.