Setelah Polisi Tangkap ‘Bjorka’, Koalisi Sipil Justru Minta Usut Bukti Kuat Ketimbang Bahas Keaslian Pelakunya

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 19:39 WIB
Menyoroti kasus penangkapan hacker yang dikenal dengan nama Bjorka oleh pihak kepolisian usai kini menuai sorotan terkait keaslian pelakunya.  (Dok. Polri)
Menyoroti kasus penangkapan hacker yang dikenal dengan nama Bjorka oleh pihak kepolisian usai kini menuai sorotan terkait keaslian pelakunya. (Dok. Polri)

REDAKSI88.com - Hacker yang dikenal dengan nama 'Bjorka' tengah menjadi sorotan publik di Indonesia setelah Polda Metro Jaya mengklaim telah menangkap seorang pemuda asal Minahasa berinisial WFT (22), yang diduga sebagai pemilik akun @bjorkanesiaaa.

Setelah kabar penangkapan beredar, publik dikejutkan dengan bocornya 341 ribu data anggota Polri yang diduga dilakukan oleh Bjorka asli.

Peretasan ini pertama kali diungkap oleh pakar keamanan siber Teguh Aprianto melalui akun X @secgron pada Minggu, 5 Oktober 2025. Teguh menulis, “Polisi mengklaim menangkap Bjorka. Padahal yang ditangkap itu cuma faker alias peniru.”

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pangkas DBH DKI Rp15 Triliun, Pramono Anung Legawa dan Siapkan Efisiensi Anggaran

Ironisnya, kebocoran data besar ini muncul sehari setelah polisi mengumumkan penangkapan tersebut. Data yang bocor meliputi nama, pangkat, nomor HP, hingga alamat email anggota Polri. Peretas yang mengaku sebagai Bjorka asli bahkan menuduh polisi melakukan kesalahan tangkap.

Tak lama setelah unggahan tersebut, file data anggota Polri itu benar-benar beredar di forum gelap.

Lalu, bagaimana fakta terkini yang menjawab pro dan kontra publik mengenai keaslian pelaku hacker 'Bjorka' yang ditangkap Polda Metro Jaya? Berikut ulasan selengkapnya.

Polisi Masih Mendalami Identitas Pelaku

Polda Metro Jaya mengakui bahwa sosok asli Bjorka yang ditangkap belum sepenuhnya jelas.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan penyelidikan masih berlanjut, terutama terkait jejak digital WFT.

“Everyone can be anybody di internet, siapapun bisa menjadi siapa saja di dunia maya,” ujar Reonald di Polda Metro Jaya pada Senin, 6 Oktober 2025.

Baca Juga: Update Insiden Ambruknya Ponpes Al Khoziny: 104 Orang Selamat, 67 Meninggal Dunia Termasuk Body Part

Menurutnya, kemungkinan ada lebih dari satu orang yang mengaku sebagai Bjorka dan hal ini masih diselidiki.

Ia juga menjelaskan bahwa WFT aktif di dark web dan sering mengganti nama akun.

“Yang bersangkutan sudah beberapa kali mengganti nama di dark web,” jelas Reonald.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X