REDAKSI88.com - Langit Cirebon mendadak memerah pada Minggu malam, 5 Oktober 2025. Kilatan cahaya yang disertai dentuman keras membuat warga panik sekaligus penasaran.
Suara ledakan itu terdengar cukup kuat, bahkan sebagian warga sempat mengira ada pabrik yang meledak atau kebakaran besar di kejauhan.
Tak butuh waktu lama, video dan foto fenomena langka itu langsung membanjiri media sosial.
Linimasa X (Twitter), Instagram, hingga TikTok dipenuhi unggahan warga yang memperlihatkan cahaya oranye melintas di langit, disertai beragam spekulasi liar—mulai dari dugaan ledakan industri, pembakaran lahan tebu, hingga teori tentang benda luar angkasa yang jatuh ke bumi.
Di tengah simpang siur kabar itu, penjelasan ilmiah akhirnya datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Peneliti senior BRIN, Thomas Djamaluddin, memastikan bahwa sumber suara dan cahaya tersebut berasal dari meteor berukuran besar yang melintas cepat di langit Cirebon hingga Kuningan.
Menurut Thomas, hasil pemantauan sensor getaran menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa benda langit tersebut merupakan asteroid meteor berdiameter antara tiga hingga lima meter.
“Adanya dentuman yang terdengar di wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon. Terdeteksi adanya getaran oleh BMKG Cirebon di Astanajapura (ACJM) pada pukul 11:39:12 UT atau 18:39:12 WIB pada azimut 221 derajat (arah barat daya),” ujar Thomas dalam pernyataan resminya, Selasa, 7 Oktober 2025.
Thomas menegaskan, peristiwa ini bukan sekadar kejadian langka, tetapi juga pengingat bahwa “lalu lintas benda langit di sekitar bumi sangatlah ramai.”
Meteor Melintas, Bumi Aman
Analisis yang dilakukan Thomas tidak hanya mengandalkan data suara dan getaran, tetapi juga rekaman CCTV serta laporan warga dari berbagai daerah.
Salah satu laporan datang dari wilayah Tasikmalaya, di mana warga melihat bola api melintas di langit barat daya. Berdasarkan gabungan seluruh data tersebut, Thomas memetakan lintasan meteor yang diduga melintas di kawasan selatan Jawa menuju langit Kuningan dan Cirebon.
“Berdasarkan fakta-fakta tersebut, saya menyimpulkan fenomena dentuman di Cirebon dan sekitarnya adalah meteor cukup besar yang melintas dari arah barat daya di selatan Jawa, lalu ke wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon sekitar pukul 18.35–18.39 WIB,” jelasnya.
Artikel Terkait
27 Pati Polri Naik Pangkat, Empat Jenderal Sandang Bintang Tiga
KPK Bongkar Modus Jual Beli Kuota Haji 2024 oleh Travel Ilegal, Pengembalian Uang Hampir Rp100 Miliar
Update Insiden Ambruknya Ponpes Al Khoziny: 104 Orang Selamat, 67 Meninggal Dunia Termasuk Body Part
Menkeu Purbaya Pangkas DBH DKI Rp15 Triliun, Pramono Anung Legawa dan Siapkan Efisiensi Anggaran
Setelah Polisi Tangkap ‘Bjorka’, Koalisi Sipil Justru Minta Usut Bukti Kuat Ketimbang Bahas Keaslian Pelakunya
Soal Menkeu Purbaya Bicara Pemutihan Produsen Gelap, Ada Risiko Baru yang Bayangi Pasar Hasil Tembakau