nasional

Anies Baswedan Soroti PHK Massal di Indonesia, Singgung soal Kepastian Penghasilan

Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:05 WIB
Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal. (Instagram.com/@aniesbaswedan)

“Ini adalah masalah kita semua, ketika ribuan orang kehilangan penghasilan tetap, maka daya beli masyarakat jadi turun,” tegasnya.

Baca Juga: Wacana Penghapusan Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan: Antara Solusi Kemanusiaan dan Risiko Keuangan Negara

Pengaruhnya bisa menciptakan efek domino, yakni pasar sepi hingga para pedagang kecil yang ikut penjualannya ikut sepi.

Anies: Solusi Ciptakan Lapangan Kerja, Kuatkan Sektor Formal

Di bagian akhir video tersebut, Anies mengungkapkan solusi yang tak boleh tambal sulam, tetapi strategi dalam membuka lapangan kerja.

“Artinya mendorong sektor formal tumbuh sehat, memberi insentif bagi usaha yang menyerap tenaga kerja, dan melindungi pekerja dengan jaminan sosial,” ucapnya.

Baca Juga: 3 Fakta Terkini Ammar Zoni yang Lagi-lagi Terjerat Kasus Narkoba: Diduga Edarkan Sabu hingga Ganja Sintetis dari Rutan Salemba

“Itu artinya negara harus hadir bukan hanya saat orang kehilangan kerja, tapi jauh sebelumnya dengan memastikan dunia usaha kondusif, tenaga kerja terlindungi. PHK massal adalah alarm kita tidak bisa hanya bicara angka pertumbuhan, tapi lebih penting adalah apakah setiap orang punya pekerjaan yang aman dan layak,” tuturnya.

10 Juta Orang per Tahun di Indonesia Butuh Kerja 

Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Surya Lukita Warman, mengungkapkan bahwa setiap tahunnya ada 10,7 juta orang di Indonesia yang butuh pekerjaan setiap tahunnya.

Permasalahan penumpukan angkatan kerja yang menganggur sebelumnya ditambah dengan angkatan kerja baru ini juga jadi sorotan.

Baca Juga: Menag Akui Anggaran Pesantren Terbatas, Pembangunan Ulang Ponpes Al Khoziny Akan Dibiayai APBN

“Ada 10,7 juta orang yang butuh pekerjaan harus diopeni (diperhatikan) di mana amanat UUD 1945, seluruh warga negara berhak atas pekerjaan dan penghasilan layak untuk penghidupan,” ujar Lukita dalam acara media briefing di Kantor Pusat Pasar Kerja Kemenaker di Jakarta pada 26 September 2025 lalu.

Angka tersebut tidak termasuk sebagai angkatan kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun yang memilih keluar dari pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan baru.

Janji Pemerintah soal Lapangan Pekerjaan

Pembukaan lapangan pekerjaan menjadi salah satu janji politik Prabowo dan Gibran saat maju pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Saat itu, pasangan yang maju dengan nomor urut 02 ini menjanjikan bakal membuka 19 juta lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia.

Baca Juga: 4 Fakta Terkini Kasus Teror Bom di 3 Sekolah Internasional Tangsel–Jakut: Minta Tebusan Rp497 Juta hingga Gegana Turun ke Lokasi

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB