Anies Baswedan Soroti PHK Massal di Indonesia, Singgung soal Kepastian Penghasilan

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:05 WIB
Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal.  (Instagram.com/@aniesbaswedan)
Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal. (Instagram.com/@aniesbaswedan)

Redaksi88.com — Anies Baswedan menyoroti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus melanda dunia kerja di Indonesia dan menyebut angka PHK menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun.

“Di tahun 2023, ada 64 ribu kasus, 2024 melonjak jadi 77 ribu kasus, dan baru setengah tahun ini di 2025 sudah lebih dari 42 ribu orang kehilangan pekerjaan,” ujar Anies dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dikutip pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Anies menambahkan, di balik angka tersebut terdapat banyak kisah pilu yang dialami para pekerja.

Baca Juga: Pemerintah Wacanakan 100 Ribu Kuota Magang Nasional Bergaji, Mampukah Serap Tenaga Muda?

“Di balik angka-angka ini, ada ayah yang harus begadang memikirkan tagihan listrik, ada ibu yang harus menjelaskan ke anak kenapa tidak bisa beli susu, ada anak muda fresh graduate yang mimpinya buyar,” imbuhnya.

PHK Terjadi, Sektor Informal Makin Banyak Terisi

Anies kemudian menyinggung tentang perubahan pekerjaan yang harus dilakoni usai terkena PHK dari pekerjaan lamanya. 

Ia menyebut, tak sedikit yang beralih ke sektor informal setelah PHK terjadi karena mencari pekerjaan bukan hal mudah.

Baca Juga: Kekalahan Timnas Indonesia Disusul Pemecatan Shin Tae-yong dari Ulsan HD

“Yang lebih menyakitkan, sebagian besar dari mereka tidak pindah ke pekerjaan formal baru, tapi justru jatuh ke sektor informal. Berdagang kecil-kecilan, jualan online yang seadanya, ojek online atau jadi pekerja serabutan,” paparnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa meskipun sektor informal memberikan penghasilan, masih ada ketidakpastian yang membayangi para pekerja.

“Memang ada penghasilan, tapi hidup jadi tidak pasti. Tidak ada BPJS, tidak ada THR, apalagi bicara pensiun. Jadi wajar kalau banyak yang merasa, ‘Kerjaan sih ada, tapi hidup tetap susah,’” tambahnya.

Baca Juga: Sejumlah BPD Minati Penempatan Dana Pemerintah, Kemenkeu Wanti-wanti Soal Risiko dan Kasus Lama

Menurut Anies, pekerjaan di sektor informal bukanlah solusi jangka panjang, melainkan hanya menunda kekhawatiran yang lebih besar di masa depan.

Efek PHK Massal ke Banyak Sektor Perekonomian

Dalam video tersebut, Anies juga menyebut PHK massal bisa memberikan pengaruh hingga ke perekonomian, jadi tak hanya seputar permasalahan pekerja yang terimbas PHK saja.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X