nasional

4 Rencana Prabowo soal Pendidikan: Alokasi Dana Koruptor untuk LPDP hingga Pembagian Buku di Sekolah

Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Presiden Prabowo membeberkan sejumlah rencana tentang pendidikan di Indonesia. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Pemerintah menargetkan sebanyak 288 ribu IFP akan didistribusikan ke sekolah-sekolah pada tahun 2025. 

Dengan IFP, kata Prabowo, bisa memberikan akses kepada sekolah di daerah terpencil untuk memperoleh pengajaran yang lebih baik.

“Jadi, sekolah-sekolah terluar, terpencil yang tidak punya akses kepada guru-guru yang baik atau guru yang cakap di bidangnya, bisa dibantu dengan ini,” tambahnya.

Pembuatan Studio Pengajaran di Pusat dan Sekolah-sekolah 

Menyambung dengan pembagian IFP, Prabowo mengatakan bahwa akan membuat studio agar para guru bisa mengajar dan pelajarannya diterima di seluruh pelosok Indonesia.

“Jadi, semua sekolah mendapat akses dari guru yang baik di bidang-bidang yang sulit juga, apalagi (sekolah) di gunung-gunung, pulau terpencil, atau pinggir Jakarta yang saya yakin tidak punya guru yang menguasai pelajaran,” ujar Ketum Partai Gerindra itu.

Baca Juga: Dugaan Pemotongan Anggaran Dinkes Bengkulu Utara, Ombudsman: Pangkalnya Maladministrasi!

“Sekarang, dari tempat studio terpusat bisa ngajar, bisa diterima 330 ribu sekolah dan yang sulit dapat internet, WiFi, ada teknologi sangat murah bisa kita pasang di tiap sekolah,” ucapnya.

Prabowo kemudian menargetkan pembagian IFP akan naik menjadi 3 unit setelah tahun ini hanya mampu 1 unit saja.

“Berarti di tiap sekolah akan ada 4 ruangan yang punya layar ini. Mudah-mudahan tahun 2027 bisa nambah 2 layar lagi, jadi 6 kelas tiap sekolah bisa punya layar ini,” tambahnya.

Pembagian Buku untuk Anak Sekolah

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menceritakan bertemu dengan siswa sekolah yang menulis dengan huruf sangat kecil agar  menghemat kertas.

Baca Juga: Kejari Bengkulu Utara Tetapkan Kades Lebong Tandai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa

“Saya kira perlu kembali ada pelajaran menulis. Menulis dengan baik, tapi tulisannya harus besar,” katanya.

“Menteri Keuangan kalau perlu kita bagi buku-buku sekolah yang tulisannya besar-besar, saya khawatir kalau nulisnya sangat kecil ujungnya pakai kacamata semua,” tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB