Sebagai langkah konkret, para ahli mendorong percepatan transisi energi. Yudo Dwinanda Priaadi menyarankan percepatan PLTS dan PLTN, sementara Turino Yulianto dari PT Bukit Asam mendorong gasifikasi batu bara sebagai substitusi impor LPG yang mencapai jutaan ton per tahun.
Sektor transportasi melalui Gaikindo dan AISI juga menyatakan kesiapan mesin kendaraan untuk beralih ke biofuel (E85).
Diskusi yang ditutup dengan nuansa halalbihalal Lebaran 1447 H ini menghasilkan rekomendasi kuat, Indonesia harus segera membenahi struktur energi nasional melalui pengendalian subsidi dan efisiensi belanja negara sebelum krisis benar-benar melumpuhkan ekonomi.***