Sebagai langkah konkret, para ahli mendorong percepatan transisi energi. Yudo Dwinanda Priaadi menyarankan percepatan PLTS dan PLTN, sementara Turino Yulianto dari PT Bukit Asam mendorong gasifikasi batu bara sebagai substitusi impor LPG yang mencapai jutaan ton per tahun.
Sektor transportasi melalui Gaikindo dan AISI juga menyatakan kesiapan mesin kendaraan untuk beralih ke biofuel (E85).
Diskusi yang ditutup dengan nuansa halalbihalal Lebaran 1447 H ini menghasilkan rekomendasi kuat, Indonesia harus segera membenahi struktur energi nasional melalui pengendalian subsidi dan efisiensi belanja negara sebelum krisis benar-benar melumpuhkan ekonomi.***
Artikel Terkait
Banjir Sumatra Tak Ancam Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Cadangan Pembiayaan
Ekonomi Lebaran 2026 Melejit, Perputaran Uang Tunai Tembus Rp1.370 Triliun
2026 Pasca Lebaran: IHSG Terjegal Krisis Hormuz, Risiko Stagflasi Mengintai Pasar Keuangan
Minyak Dunia Tembus 116 Dolar AS, APBN 2026 Terancam Beban Subsidi
Kadin Gorontalo: Penahanan Harga BBM April 2026 Jadi Napas Lega bagi Petani dan Nelayan