REDAKSI88.com Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mempertimbangkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dalam waktu dekat.
Langkah ini diambil setelah banjir melanda beberapa wilayah Jakarta pada Selasa, 28 Januari 2025 akibat hujan deras yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, menyatakan bahwa OMC bisa dilakukan dalam dua hingga tiga hari ke depan, bergantung pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Kami rencanakan dalam 2-3 hari ini melakukan modifikasi cuaca. Sepanjang nanti kita melihat cuacanya lebat, mengarah ekstrem, kami akan lakukan (OMC)," ujar Teguh di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (29/1/2025).
Menurut Teguh, banjir yang terjadi di Jakarta kali ini terjadi karena intensitas hujan lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. BMKG awalnya memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, tetapi ternyata menjadi lebih ekstrem.
"Kami belum melakukan modifikasi cuaca karena sebelumnya diprakirakan cuacanya tidak seekstrem itu. Tapi, dengan pengalaman ini, kami belajar, petugas dan perangkat wilayah harus siaga, terlepas dari kita melakukan modifikasi cuaca atau tidak," jelasnya.
Teguh menekankan bahwa OMC bukan solusi utama, melainkan hanya salah satu strategi mitigasi untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi.
Oleh karena itu, koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda), Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Baca Juga: Donald Trump Hentikan Bantuan Obat, Ancaman HIV-AIDS, Malaria, dan TBC Melonjak Drastis
Pada Desember 2024, Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan OMC menjelang pergantian tahun untuk menekan potensi banjir.
Menurut Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, OMC pada 25-31 Desember 2024 berhasil menekan curah hujan di Jakarta secara signifikan.
"Sebanyak 8.000 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) digunakan untuk penyemaian awan, dengan total 10 sorti penerbangan selama 19 jam 36 menit," ungkap Isnawa.
Berdasarkan data satelit GSMap, curah hujan di Jakarta selama periode OMC berkisar antara 0 hingga 40 mm per hari, dengan puncak mencapai 40 mm per hari pada 25 Desember 2024.