nasional

Terungkap! Pinjaman Online dan Dugaan Kerugian Ratusan Miliar di Anak Usaha Indofarma

Minggu, 2 Februari 2025 | 11:11 WIB
Ilustrasi - PT Bio Farma (Persero), sebagai induk dari Holding BUMN Farmasi. (unsplash/freestocks)

REDAKSI88.com, Jakarta – PT Bio Farma (Persero), sebagai induk dari Holding BUMN Farmasi, mengungkapkan temuan mengejutkan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait anak usahanya, PT Indofarma Tbk. 

Salah satu temuan yang paling mencolok adalah keterlibatan PT Indofarma Global Medika dalam pinjaman online (pinjol) senilai Rp1,26 miliar.

"Pinjaman melalui fintech sebesar Rp1,26 miliar," ungkap Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Shadiq Akasya, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (12/6/2024).

Menurut temuan BPK, pinjaman online tersebut tidak digunakan untuk kepentingan perusahaan dan justru berindikasi merugikan Indofarma Global Medika sebesar Rp1,26 miliar.

Tak hanya itu, Shadiq juga memaparkan sejumlah temuan lain dari BPK terkait Indofarma dan anak usahanya, Indofarma Global Medika. 

Baca Juga: Google Sempat Salah Tampilkan Kurs Dolar AS ke Rupiah, Penyebab dan Dampaknya Terungkap

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan investigasi yang telah diserahkan BPK kepada Kejaksaan Agung, terdapat indikasi kerugian pada berbagai lini bisnis perusahaan.

"Kami sampaikan juga supaya ada keterbukaan dari kami juga bahwa temuan BPK telah ada," ujar Shadiq.

Beberapa temuan tersebut antara lain, indikasi kerugian sebesar Rp157,3 miliar pada transaksi Business Unit Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indofarma Global Medika.

Indikasi kerugian sekitar Rp35 miliar akibat penempatan dan pencairan deposito beserta bunga atas nama pribadi pada Kopnus.

Indikasi kerugian sebesar Rp38 miliar akibat penggadaian deposito beserta bunga pada Bank Oke, dan indikasi kerugian sebesar Rp18 miliar akibat pengembalian uang muka dari MMU yang tidak masuk ke rekening Indofarma Global Medika.

Selain itu, indikasi pengeluaran dana dan pembebanan biaya tanpa dasar transaksi yang berindikasi kerugian sekitar Rp24 miliar.

Baca Juga: SPMB 2025 Gunakan Sistem Rayon, Siswa Bisa Daftar ke Sekolah di Provinsi Lain

Kerjasama distribusi alat kesehatan (Alkes) TeleCTG dengan PT ZTI tanpa perencanaan memadai yang berindikasi kerugian Rp4,50 miliar atas pembayaran melebihi nilai invoice dan potensi kerugian Rp10,43 miliar atas stok TeleCTG yang tidak terjual.

Halaman:

Tags

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB