Terungkap! Pinjaman Online dan Dugaan Kerugian Ratusan Miliar di Anak Usaha Indofarma

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 2 Februari 2025 | 11:11 WIB
Ilustrasi - PT Bio Farma (Persero), sebagai induk dari Holding BUMN Farmasi. (unsplash/freestocks)
Ilustrasi - PT Bio Farma (Persero), sebagai induk dari Holding BUMN Farmasi. (unsplash/freestocks)

Selanjutnya, usaha produksi masker tanpa perencanaan memadai yang berindikasi fraud dan kerugian Rp2,67 miliar atas penurunan nilai persediaan masker, serta potensi kerugian Rp60,24 miliar atas piutang macet PT Promedik dan Rp13,11 miliar atas sisa persediaan masker.

Pembelian dan penjualan Rapid Test Panbio tanpa perencanaan memadai yang berindikasi fraud dan potensi kerugian Rp56,70 miliar atas piutang macet PT Promedik.

Kemudian pembelian dan penjualan PCR Kit Covid-19 tanpa perencanaan memadai yang berindikasi fraud dan potensi kerugian Rp5,98 miliar atas piutang macet PT Promedik dan Rp9,17 miliar atas tidak terjualnya PCR Kit Covid-19 yang kedaluarsa.

"Inilah yang disampaikan BPK, kami sampaikan kembali kepada bapak dan ibu sekalian," pungkas Shadiq Akasya.***

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X