REDAKSI88.com, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan hampir satu bulan sejak dimulai pada 6 Januari 2025. Program ini bertujuan mengurangi malnutrisi dan stunting.
MBG menyasar kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan terkait pelaksanaannya, sebagaimana diungkap Ketua MPR Ahmad Muzani.
Saat bertemu awak media di kompleks Istana Kepresidenan pada Senin, 3 Januari 2025, Ahmad Muzani menyebut ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki.
Menurutnya, meskipun MBG dinilai bermanfaat, masih ada kendala yang perlu diperhatikan, seperti keterlambatan distribusi serta ukuran porsi makanan.
"Tetapi catatan itu adalah upaya untuk perbaikan dan penyempurnaan dari pelaksanaan program makan siang bergizi," ujar Ahmad Muzani.
Ia menambahkan bahwa Presiden menyoroti beberapa lauk yang terlalu kecil porsinya. "Beliau juga menyampaikan ada beberapa lauk yang terlalu kecil, dan semuanya beliau ikuti semua pandangan," imbuhnya.
Presiden Prabowo Tinjau Langsung Program MBG
Berdasarkan laman Sekretariat Negara, Presiden Prabowo meninjau langsung pelaksanaan MBG di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Senin, 3 Februari 2025.
Presiden mengunjungi beberapa kelas untuk memastikan program berjalan baik. "Ia tampak memperhatikan dengan seksama menu makanan bergizi yang disajikan untuk para siswa," tulis Sekretariat Negara.
Setelah dari SDN Jati 05 Pagi, Presiden melanjutkan kunjungan ke TKN Pulogadung 02 untuk melihat penerapan MBG di pendidikan usia dini.
Selain sekolah, Presiden juga meninjau dapur MBG di Rawamangun. "Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas," tulis pernyataan resmi.
Target Program MBG
Sejak awal, program MBG menargetkan 15 juta anak Indonesia mendapat makanan bergizi pada September 2025. Presiden Prabowo menegaskan target ini dalam sidang kabinet paripurna.
"Untuk Januari sampai April 2025 program ini sasarannya adalah 3 juta anak," kata Presiden Prabowo dalam sidang di Kantor Presiden, Rabu, 22 Januari 2025.