Redaksi88.com – Kasus dugaan pembunuhan bayi berusia dua bulan yang menyeret nama Brigadir AK, anggota Polda Jawa Tengah, terus menjadi sorotan.
Publik mempertanyakan apakah kasus ini murni tindak kriminal atau ada faktor psikologis yang mempengaruhi tindakan terduga pelaku.
Baca Juga: KAI Paparkan Kesiapan Operasi Mudik Lebaran 2025 dalam Forum Jaringan Pemred Promedia
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 2 Maret 2025, ketika Brigadir AK dan pasangannya, DJP, berbelanja di Pasar Peterongan, Semarang. Sebelum masuk ke pasar, DJP menitipkan bayinya kepada Brigadir AK.
Namun, sekitar 10 menit kemudian, saat kembali ke mobil, DJP menemukan anaknya dalam kondisi membiru.
Bayi tersebut sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia pada 3 Maret 2025.
Pihak kepolisian menyebut ada kejanggalan dalam kematian bayi tersebut. Berdasarkan penyelidikan awal, bayi NA diduga mengalami sesak napas akibat tindakan kekerasan.
Baca Juga: Berkedok Uang Perpisahan SMA 8 Bengkulu Utara Masih Saja Pungut Uang ke Murid
Motif dan Dugaan Kondisi Psikologis Pelaku
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak agar Brigadir AK menjalani pemeriksaan psikologis.
Menurutnya, sulit membayangkan seorang ayah tega membunuh anaknya sendiri tanpa adanya tekanan mental yang berat.
"Kita perlu melihat riwayat kesehatan mentalnya, apakah ada tekanan psikologis yang mempengaruhi tindakannya," ujar Sugeng.
Namun, hingga kini, pihak kepolisian belum secara resmi mengungkap motif di balik kasus ini.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
Fakta Baru: Hubungan Brigadir AK dan DJP Tidak Resmi
Dalam perkembangan terbaru, Polda Jateng mengungkap bahwa hubungan antara Brigadir AK dan DJP tidak tercatat secara hukum.
Artikel Terkait
Minyakita yang Dikurangi Takarannya dan palsu Resmi Ditarik, Pelaku Terancam Hukuman Berat!
Terungkap! Para Tersangka Korupsi Minyak Pertamina Punya Grup WhatsApp ‘Orang Orang Senang’, Ini Kata Kejagung
Ironi Skandal Korupsi Pertamina, Para Tersangka ‘Diskusi’ di Grup WhatsApp ‘Orang orang Senang'
Berkedok Uang Perpisahan SMA 8 Bengkulu Utara Masih Saja Pungut Uang ke Murid
KAI Paparkan Kesiapan Operasi Mudik Lebaran 2025 dalam Forum Jaringan Pemred Promedia