Usai Viral Dugaan Pelecehan oleh Oknum Dokter di Medsos, Menkes Justru Soroti Jam Kerja Peserta PPDS yang Dinilai Berlebihan

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 21 April 2025 | 14:03 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin.  (Instagram.com / @bgsadikin)
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin. (Instagram.com / @bgsadikin)

Redaksi88.com – Linimasa media sosial (Medsos) belakangan ini diramaikan oleh kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan calon dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Kasus terbaru datang dari Universitas Indonesia (UI), di mana seorang peserta PPDS diduga merekam mahasiswi yang sedang mandi. Polres Metro Jakarta Pusat pun telah menetapkan oknum tersebut sebagai tersangka.

Menanggapi kasus viral ini, Menteri Kesehatan RI (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, justru menyoroti persoalan lain yang tak kalah penting, yakni jam kerja peserta PPDS yang dinilainya terlalu berlebihan.

Baca Juga: Imbas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di RSHS Bandung, Menkes Wajibkan Tes Psikologi untuk Rekrutmen PPDS

Menurut Budi, jam kerja panjang yang sering disebut sebagai bagian dari ‘latihan mental’ seharusnya tidak lagi menjadi bagian dari proses seleksi atau pembelajaran dalam pendidikan dokter spesialis.

"Saya sering mendengar para peserta didik ini disuruh-suruh melakukan pekerjaan yang tidak ada hubungan dengan mereka atau bukan tugas mereka," ujar Budi dalam konferensi pers daring, Senin, 21 April 2025.

Ia mencontohkan beberapa tugas yang dianggap tidak relevan, seperti peserta PPDS yang harus bertugas seperti kurir.

Baca Juga: Harga Gabah Tak Wajar, Menteri Amran Tindak Tegas Oknum BULOG yang Ketahuan Beli dari Tengkulak

"Harus dorong-dorong tempat tidur pasien, mereka harus bekerja sebagai kurir yang membawa bukti pemeriksaan lab, pengambilan obat, itu bukan tugas mereka," lanjutnya.

Untuk itu, Budi menyatakan komitmennya dalam memperhatikan kondisi kesehatan fisik dan mental para peserta didik.

"Saya akan komitmen memberikan waktu saya bertemu dengan mereka, agar well being mereka, kesehatan raga dan fisiknya itu kita pantau," tegasnya.

Baca Juga: Menteri Amran Ungkap Dugaan Celah Mafia, Usai Viral Petani Keluhkan Sulit Jual Gabah ke BULOG

Lebih jauh, ia juga berencana menata ulang sistem seleksi PPDS agar para peserta bisa memperoleh penghasilan dari profesi yang sedang dijalani.

"Saya sudah minta ke Dirjen Tenaga Kesehatan, agar para peserta PPDS ini kita kasih SIP sebagai dokter umum," kata Budi.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X