Pasca Viral Siswa yang Bersihkan Sungai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Lebih Baik Ketimbang Urusin Wisuda

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 2 Mei 2025 | 12:49 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) dan siswa asal Bekasi yang viral membersihkan sungai (kanan).  (YouTube.com / Kang Dedi Mulyadi Channel)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) dan siswa asal Bekasi yang viral membersihkan sungai (kanan). (YouTube.com / Kang Dedi Mulyadi Channel)

Redaksi88.com – Ramai diperbincangkan di media sosial soal aksi para siswa SMA Yadika 8 Jatimulya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang melakukan bersih-bersih sungai.

Sebelumnya, beredar video seorang siswa SMA asal Bekasi yang menjelaskan program bersih bersih sungai tersebut.

"Kita sedang mengadakan program bersih-bersih (sungai), ini program dari sekolah," ujar seorang siswa dalam video yang diunggah ulang di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis, 1 Mei 2025.

"Salah satu upayanya agar sungai ini tidak lagi kotor dan mengeluarkan bau tidak sedap bagi warga setempat," lanjutnya.

Baca Juga: Kemenkeu Beberkan Rencana Tunjangan Guru ASN Daerah 2025 Capai Rp66,92 Triliun, Ini Skema Penyalurannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut baik kegiatan positif para siswa tersebut.

Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan para siswa SMA Yadika 8 Jatimulya di Gedung Pakuan, Subang, Kamis, 1 Mei 2025.

"Kemarin saya yang viral bersih-bersih sungai? Itu bagus, kegiatan siswa agar bermanfaat, membersihkan sungai," kata Dedi di hadapan para siswa.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini bisa diapresiasi oleh guru dengan memberikan nilai tinggi dalam laporan tahunan.

"Nanti gurunya bisa memberikan nilai, bisa di pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) atau IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)," ucap Dedi.

"Siapa yang paling rajin bersih-bersih, seperti membersihkan sungai itu, nilainya bisa paling tinggi," tambahnya.

Di sisi lain, Dedi menilai aksi bersih-bersih sungai jauh lebih baik daripada mempersoalkan kebijakannya menghapus wisuda sekolah.

Mantan Bupati Purwakarta itu menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan meringankan beban orang tua siswa, terutama di Bekasi yang banyak terjerat utang.

"Daripada mengurusi saya melarang wisuda? Jadi sebenarnya saya mengeluarkan kebijakan itu karena saya sayang sama orang tua siswa," tegas Dedi.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X