Perkembangan Terkini Perang Dagang AS-China: Kedua Negara Sepakat Lakukan Pemotongan Tarif Impor Secara Signifikan

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Selasa, 13 Mei 2025 | 12:00 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Instagram.com/@realdonaldtrump)

REDAKSI88.com – Dalam perkembangan terbaru yang dinanti banyak pihak, Amerika Serikat (AS) dan China—dua raksasa ekonomi dunia—akhirnya mencapai kesepakatan untuk mengurangi tarif perdagangan secara sementara.

Kesepakatan bersejarah ini diumumkan pada Senin, 12 Mei 2025, setelah serangkaian perundingan intensif antara kedua negara.

Momen ini menjadi titik terang setelah ketegangan perang dagang yang berkepanjangan, yang sempat mengganggu stabilitas pasar global dan memicu kekhawatiran akan ancaman resesi ekonomi.

Baca Juga: Ketegangan Perang Dagang Makin Memanas Imbas Tarif Resiprokal, China dan AS Jadwalkan Perundingan di Jenewa

Dalam konferensi pers bersama di Swiss, perwakilan AS dan China mengungkapkan bahwa Washington setuju memotong tarif tambahan atas impor produk China dari 145% menjadi 30%. 

Sebagai bentuk reciprocation (timbal balik), Beijing juga menyepakati pengurangan tarif untuk barang-barang AS dari 125% menjadi 10%.

Kebijakan ini akan berlaku selama 90 hari ke depan, terhitung sejak 12 Mei 2025, sebagai masa uji coba sebelum kemungkinan perpanjangan atau negosiasi lebih lanjut.

Baca Juga: Berikut Daftar Korban Ledakan Amunisi TNI AD di Garut yang Tewaskan 13 Orang

Berdasarkan laporan Reuters, pasar merespons positif keputusan tersebut. Nilai tukar dolar AS mengalami penguatan, sementara indeks saham di berbagai negara langsung menunjukkan tren positif (market rally).

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa kesepakatan ini berhasil meredakan ketegangan di kalangan pelaku pasar, terutama setelah gejolak yang terjadi pada April 2025 akibat kebijakan Presiden Donald Trump yang secara mendadak menaikkan tarif impor untuk menekan defisit perdagangan AS.

"Dua negara berhasil mewakili kepentingan nasional masing-masing dengan sangat baik," ujar Bessent.

"Kita sama-sama ingin perdagangan yang seimbang. AS akan terus bergerak menuju arah itu," tegasnya.***

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X