IFG Perluas Jaringan Perlindungan Risiko Pertanian untuk Akselerasi Swasembada Pangan dan Ketahanan Nasional

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Jumat, 16 Mei 2025 | 19:07 WIB
Ilustrasi - IFG Perluas Jaringan Perlindungan Risiko Pertanian. (pixabay/sasint)
Ilustrasi - IFG Perluas Jaringan Perlindungan Risiko Pertanian. (pixabay/sasint)

REDAKSI88.com – Sebagai bagian dari komitmen strategis mendukung ketahanan pangan nasional, Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, memperluas cakupan perlindungan risiko pertanian melalui anak perusahaannya, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Langkah ini ditujukan untuk memitigasi dampak perubahan iklim, gagal panen, serta ancaman lain yang mengancam produktivitas petani—fondasi utama swasembada pangan Indonesia.

Hingga akhir 2024, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) oleh Jasindo telah menjangkau 278.000 hektare lahan pertanian dan melindungi hampir 500.000 petani di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Praktik Pungli Merajalela: Preman Pasar Kramat Jati Raup Rp225 Juta perbulan, Kapan Ditindak?

Di Jawa Barat saja, 90.000 hektare sawah telah terlindungi, dengan total klaim yang dibayarkan mencapai Rp10,8 miliar untuk 272 kelompok tani.

Kabupaten Karawang menjadi wilayah dengan cakupan terluas, di mana lebih dari 40.000 hektare sawah telah mendapatkan proteksi asuransi.

Program ini selaras dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui ketahanan pangan.

Dengan adanya jaminan asuransi, petani memiliki rasa aman untuk berproduksi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Geger! Guru SD Depok Diduga Lecehkan Belasan Siswi, Sekolah: ‘Sudah Dinonaktifkan’

Bahkan di tengah tantangan seperti cuaca ekstrem (banjir, kekeringan) yang semakin tidak terprediksi, dan serangan hama dan penyakit tanaman yang mengancam produktivitas, serta risiko finansial akibat gagal panen.

Denny S. Adji, Sekretaris Perusahaan IFG, menegaskan, "Ketahanan pangan adalah pondasi kemandirian bangsa. Melalui AUTP, IFG tidak hanya memberikan proteksi, tetapi juga mendorong keberanian petani untuk berinvestasi dan meningkatkan produksi. Kami hadir sebagai mitra pembangunan, memastikan asuransi menjadi alat penggerak ekonomi, bukan sekadar perlindungan pasif," ujarnya.

Selain penyaluran klaim, IFG melalui Jasindo aktif melakukan edukasi literasi asuransi pertanian dengan tim khusus yang turun langsung ke lapangan. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman petani terhadap manajemen risiko dan manfaat asuransi.

Baca Juga: Desa Sumur Kumbang Perkuat Ekonomi Lokal Melalui Pembentukan Koperasi Merah Putih

Sebagai holding strategis BUMN, IFG tidak berhenti pada asuransi pertanian. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar guna mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui inklusi keuangan sektor pertanian.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X