REDAKSI88.com– Roy Suryo, politikus dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Kamis (15 Mei 2025), terkait kasus dugaan tudingan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi.
Usai menjalani proses penyidikan, ia mengaku hanya menjawab pertanyaan yang sesuai dengan materi penyelidikan.
"Sampai pertanyaan ke-24, dan sudah sampai ke pertanyaan-pertanyaan yang lebih banyak soal identitas," ujar Roy Suryo di depan awak media.
Baca Juga: Megawati Ungkit Isu Ijazah Palsu Jokowi, Minta Ayah Gibran Pamerkan Dokumen Aslinya dengan Gamblang
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima surat undangan klarifikasi sejak 26 Maret 2025. Namun, ia menegaskan hanya bersedia memberikan keterangan sebatas yang tercantum dalam surat pemanggilan.
"Jadi, ketika ada pertanyaan lain, saya keberatan untuk jawab. Itu hak, hak warga negara, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945," tegasnya.
Roy Suryo juga menyoroti ketidakjelasan identitas terlapor dalam surat undangan tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi alasan baginya untuk tidak memberikan keterangan di luar materi yang diminta.
Baca Juga: Adik Ipar Jokowi Serahkan Ijazah Asli ke Bareskrim Polri
"Padahal kan sudah disebut, di mana-mana, lawyernya mengatakan terlapornya adalah ini, ini, ini. Tapi dalam surat itu nggak ada," jelasnya.
"Jadi, kalau dalam surat itu nggak ada, kita nggak wajib melakukan klarifikasi," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa dalam proses hukum, seorang saksi atau pihak yang dimintai keterangan berhak memilih untuk tidak menjawab jika pertanyaan dinilai tidak relevan atau tidak sesuai dengan dasar pemanggilan.
"Kita sampai dengan tiga tahap, kita nggak wajib memberikan, karena bisa jadi kita nanti nggak diakui keterangan kita," ujarnya.
"Apalagi jika yang terlapor itu kita sendiri. Kita berhak untuk diam, berhak untuk tidak memberikan keterangan, kalau memang itu tidak tertulis," tandasnya.***
Artikel Terkait
100 Slop Rokok Jemaah Haji Indonesia Disita Bea Cukai Arab Saudi, Berpotensi Ada Denda yang Harus Dibayar
Prabowo di Konferensi PUIC: Kita Butuh Wadah untuk Bela Kepentingan Umat Islam di Seluruh Penjuru Dunia
Prabowo Pimpin Upacara Kenegaraan, Ribuan Pelajar hingga 19 Dentuman Meriam Sambut PM Australia
Konferensi PUIC ke-19: Prabowo dan Puan Hadir, Upaya Konsolidasi Kekuatan Islam untuk Perdamaian Timur Tengah
DPR Klaim Sistem 8 Syarikah untuk Jemaah Haji Indonesia Picu Kekacauan, Desak Evaluasi Mendesak oleh Menag
Meski Harga Naik Tajam, Ekspor Kelapa Tak Terhenti! Zulhas Dorong Petani Lebih Produktif