Redaksi88.com – Bencana longsor terjadi di area pertambangan galian C Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat.
Peristiwa nahas ini menelan sedikitnya 14 korban jiwa dan sejumlah lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Menanggapi insiden tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa kejadian ini disebabkan oleh kelalaian, terutama karena tidak dipatuhinya standar keselamatan pertambangan di lokasi tersebut.
Menurut Dedi, area pertambangan itu memang sudah lama dinilainya berisiko tinggi.
Ia mengaku pernah meninjau langsung lokasi galian dan melihat bahwa kondisi lingkungan kerja sangat rawan terhadap kecelakaan.
"Sebenarnya kalau diurut karena faktor kelalaian dan tidak dipenuhinya standar penambangan," kata Dedi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sabtu, 31 Mei 2025.
Atas tragedi ini, Dedi turut menyampaikan rasa duka mendalam dan mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
"Kita doakan saudara-saudara kita yang mengalami musibah diberikan ketabahan dan diberikan ketawaqakal," tuturnya.
Ia juga berkomitmen untuk menemui langsung keluarga korban guna menyampaikan dukungan dan empatinya.
"Saya akan berkunjung nanti menemui keluarga korban," pungkas Dedi.
Baca Juga: Klaim Kasus Varian Covid-19 Meningkat di Thailand-Singapura, Kemenkes Imbau Warga RI Tetap Waspada
Sebagai informasi, longsor di kawasan pertambangan Gunung Kuda telah mengakibatkan 14 orang meninggal dunia.
Artikel Terkait
Menilik Lagi Pernyataan Kepala BGN Soal Anaknya Tumbuh Tinggi karena Minum Susu 2 Liter Sehari: Wajib dari Kecil sampai SMA
Bandingkan dengan Menu MBG, Kepala BGN Sebut 60 Persen Anak Indonesia Sulit Dapat Gizi Seimbang dan Tak Mampu Beli Susu
Mengenal Mayjen Deddy Suryadi, Mantan Ajudan Jokowi yang Kini Menjabat Pangdam Jaya
Klaim Kasus Varian Covid-19 Meningkat di Thailand-Singapura, Kemenkes Imbau Warga RI Tetap Waspada
Pengakuan Elon Musk, Alasan Mundur dari Pemerintahan Trump hingga Klarifikasi Soal Mata Lebam Gegara Narkoba