Banyak Jemaah Haji Indonesia Tak Dapat Tenda di Arafah, Ini Penjelasan Kemenag

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Senin, 9 Juni 2025 | 11:00 WIB
Potret kasur di dalam tenda untuk jemaah haji Indonesia di Arafah. (Instagram/kemenag_ri)
Potret kasur di dalam tenda untuk jemaah haji Indonesia di Arafah. (Instagram/kemenag_ri)

REDAKSI88.com – Ribuan jemaah haji Indonesia mengalami kesulitan mendapatkan tenda saat wukuf di Arafah pada 6 Juni 2025. 

Masalah ini mengganggu kelancaran puncak ibadah haji, yang menjadi kewajiban utama dalam ritual tersebut.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, mengungkapkan empat penyebab utama insiden ini.

Baca Juga: Kebakaran Kapuk Muara: Pramono Anung Perintahkan Percepatan Pengurusan Dokumen Korban

Muchlis menyatakan bahwa beberapa tenda masih memiliki kapasitas kosong, tetapi tidak bisa diisi jemaah dari kelompok lain.

“Misalnya, tenda berkapasitas 350, sebenarnya baru dihuni 325 jemaah dari satu kelompok, namun tidak dapat diakses jemaah lain, bahkan meski dari markaz yang sama,” jelasnya, seperti dikutip dari laman Kemenag (8/6/2025).

Penempatan jemaah di Makkah seharusnya berdasarkan markaz (klaster) dan syarikah (penyedia layanan). Namun, banyak jemaah berpindah hotel tanpa koordinasi.

Baca Juga: Ganjar Sindir Soal Pertemuan Prabowo-Megawati: 'Nasi Gorengnya Masih Utuh'

“Karena sistem keberangkatan dari Makkah ke Arafah menggunakan pendekatan berbasis hotel, bukan markaz, tenda-tenda tertentu terisi penuh lebih dulu sebelum jemaah yang seharusnya menempatinya tiba,” papar Muchlis.

Banyak jemaah memindahkan diri secara mandiri untuk berkumpul dengan kerabat atau kelompok daerahnya. Hal ini mengacaukan distribusi tenda.

“Perpindahan ini memperburuk distribusi beban tenda dan menyulitkan kontrol layanan secara keseluruhan,” tegasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Kunjungi Nduga Pakai Rompi Anti Peluru: Sejarah Baru bagi Papua

Dengan hanya tiga daerah kerja (daker), petugas kewalahan melayani lebih dari 203.000 jemaah yang tersebar di 60 markaz.

“Petugas harus berjibaku melayani jemaah dalam jumlah besar. Banyak yang kelelahan, sehingga penempatan jemaah tidak terkendali,” ungkap Muchlis.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X