REDAKSI88.com – Ribuan jemaah haji Indonesia mengalami kesulitan mendapatkan tenda saat wukuf di Arafah pada 6 Juni 2025.
Masalah ini mengganggu kelancaran puncak ibadah haji, yang menjadi kewajiban utama dalam ritual tersebut.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, mengungkapkan empat penyebab utama insiden ini.
Baca Juga: Kebakaran Kapuk Muara: Pramono Anung Perintahkan Percepatan Pengurusan Dokumen Korban
Muchlis menyatakan bahwa beberapa tenda masih memiliki kapasitas kosong, tetapi tidak bisa diisi jemaah dari kelompok lain.
“Misalnya, tenda berkapasitas 350, sebenarnya baru dihuni 325 jemaah dari satu kelompok, namun tidak dapat diakses jemaah lain, bahkan meski dari markaz yang sama,” jelasnya, seperti dikutip dari laman Kemenag (8/6/2025).
Penempatan jemaah di Makkah seharusnya berdasarkan markaz (klaster) dan syarikah (penyedia layanan). Namun, banyak jemaah berpindah hotel tanpa koordinasi.
Baca Juga: Ganjar Sindir Soal Pertemuan Prabowo-Megawati: 'Nasi Gorengnya Masih Utuh'
“Karena sistem keberangkatan dari Makkah ke Arafah menggunakan pendekatan berbasis hotel, bukan markaz, tenda-tenda tertentu terisi penuh lebih dulu sebelum jemaah yang seharusnya menempatinya tiba,” papar Muchlis.
Banyak jemaah memindahkan diri secara mandiri untuk berkumpul dengan kerabat atau kelompok daerahnya. Hal ini mengacaukan distribusi tenda.
“Perpindahan ini memperburuk distribusi beban tenda dan menyulitkan kontrol layanan secara keseluruhan,” tegasnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Kunjungi Nduga Pakai Rompi Anti Peluru: Sejarah Baru bagi Papua
Dengan hanya tiga daerah kerja (daker), petugas kewalahan melayani lebih dari 203.000 jemaah yang tersebar di 60 markaz.
“Petugas harus berjibaku melayani jemaah dalam jumlah besar. Banyak yang kelelahan, sehingga penempatan jemaah tidak terkendali,” ungkap Muchlis.
Artikel Terkait
Prabowo Ditelepon Langsung PM Kanada, Indonesia Diundang untuk Hadir di KTT G7 2025
Bahlil Kunjungi Pulau Gag, Warga Minta Operasional Tambang Nikel Dilanjutkan
Komisi III DPR Tolak Wacana Legalisasi Kasino: ‘Belum Waktunya, Kultur Kita Berbeda’
Isu Pencemaran di Pulau Gag: Begini Kata Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu
Aksi Kejar-kejaran Sengit, Mobil Rokok Ilegal vs Petugas PJR Berakhir Tragis
Cara Praktis Mengecek Pencairan BSU Juni 2025: Syarat, Jadwal, dan Langkah-Langkahnya