Resdaksi88.com – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dipanggil Polda Metro Jaya sebagai saksi terkait kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo atau Jokowi.
Kabar pemanggilan ini dibenarkan oleh pengacara Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Ahmad Khozinudin.
“Kami informasikan bahwa saksi terlapor lainnya yakni Abraham Samad juga kami konfirmasi sudah menerima panggilan sebagai saksi dan akan diperiksa pada hari Rabu tanggal 13 Agustus ya,” ujar Khozinudin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin, 11 Agustus 2025.
Baca Juga: BEI Targetkan 1.200 Perusahaan IPO pada 2029, Bidik Valuasi Rp20 Ribu Triliun
Khozinudin memastikan, mantan ketua KPK itu akan memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut.
“Kami konfirmasi, khusus Abraham Samad, karena beliau ada waktu, Rabu bisa datang,” jelasnya.
“Makanya, Rabu kita akan mendampingi lagi pemeriksaan Pak Abraham Samad,” tambahnya.
Sementara itu, pemeriksaan terkait dugaan ijazah palsu Jokowi ini dijadwalkan berlangsung pada awal pekan ini.
Polda Metro Jaya memanggil beberapa saksi terlapor, namun selain Abraham Samad, mereka berhalangan hadir karena agenda menyambut peringatan 17 Agustus 2025.
Mereka yang tidak dapat hadir meliputi Roy Suryo, Rismon Sianipar, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, Mikhael Sinaga, Rustam Effendi, Nurdian Noviansyah Susilo, Sunarto, dan Arif Nugroho.
Menurut Khozinudin, tim pengacara tengah menyiapkan surat permohonan penundaan pemeriksaan.
Baca Juga: Liu Jingkang, Miliarder Sekaligus Pendiri Kamera Aksi Insta360 Cetak Rekor IPO di Usia 33 Tahun
“Ini bukan berarti mangkir, bukan tanpa keterangan,” tegas Khozinudin.
Artikel Terkait
Ingatkan Kader Dukung Pemerintahan Prabowo, Bahlil: Ada Kerja Partai Golkar dalam Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen
KPAI Tegaskan Pemerintah Berwenang Memblokir Akses Game Online yang Bahayakan Anak
Liu Jingkang, Miliarder Sekaligus Pendiri Kamera Aksi Insta360 Cetak Rekor IPO di Usia 33 Tahun
Terbentur Agenda 17 Agustus, Pengacara Roy Suryo Cs Minta Penundaan Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Mangkir
BEI Targetkan 1.200 Perusahaan IPO pada 2029, Bidik Valuasi Rp20 Ribu Triliun