Jam Kiamat Semakin Dekat, 89 Detik Menuju Kehancuran, Berbagai Tanda Ini Dianggap Masuk Akal

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 30 Januari 2025 | 12:17 WIB
Ilustrasi jam kiamat yang menunjukkan dunia lebih dekat dengan kehancuran. (Freepik)
Ilustrasi jam kiamat yang menunjukkan dunia lebih dekat dengan kehancuran. (Freepik)

REDAKSI88.com - Ilmuwan global yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists kembali memberikan peringatan serius terkait meningkatnya ancaman yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia.

Mereka menggeser posisi Jam Kiamat (Doomsday Clock) ke 89 detik sebelum tengah malam, satu detik lebih dekat dibandingkan tahun sebelumnya.

Perubahan ini menjadi simbol meningkatnya risiko bencana global yang semakin mendekat dan dapat berdampak besar terhadap dunia.

Baca Juga: Mengapa Sering Turun Hujan Saat Imlek? Ini Filosofi dan Maknanya

Apa Itu Jam Kiamat?

Jam Kiamat adalah simbol yang menunjukkan seberapa besar ancaman global akibat tindakan manusia terhadap kelangsungan hidup Bumi.

Simbol ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1947 oleh para ilmuwan Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) dari University of Chicago, AS.

BAS merupakan organisasi yang beranggotakan ilmuwan dan ahli yang menganalisis perkembangan teknologi serta dampaknya terhadap dunia.

Organisasi ini dibentuk oleh para ilmuwan yang sebelumnya terlibat dalam Manhattan Project, proyek riset bom atom selama Perang Dunia II.

Baca Juga: 4 Fakta Menohok AS Panik Lihat AI China DeepSeek Guncang Pasar Global, Salah Satunya ‘Meroket’ dengan Modal Kecil

Awalnya, Jam Kiamat digunakan untuk mengukur ancaman nuklir, tetapi kini mencakup isu lain, seperti perubahan iklim dan penyalahgunaan teknologi.

Meskipun bukan alat prediksi bencana, keberadaan Jam Kiamat bertujuan mendorong diskusi tentang risiko global yang harus segera diatasi.

Faktor Utama yang Meningkatkan Risiko Global

Perubahan waktu pada Jam Kiamat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan nuklir, krisis iklim, serta kemajuan teknologi yang disalahgunakan.

Beberapa faktor utama yang menjadi perhatian meliputi invasi Rusia ke Ukraina, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Asia, serta penggunaan AI dalam militer.

Selain itu, kondisi iklim yang semakin memburuk juga menjadi penyebab utama mengapa para ilmuwan memutuskan untuk memajukan waktu pada Jam Kiamat.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X