Prabowo Siapkan PP Penyerapan Gabah Seharga Rp 6.500, Kesejahteraan Petani Harus Meningkat

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Selasa, 4 Februari 2025 | 12:33 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto saat inspeksi mendadak (sidak) ke Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (3/2) (Istimewa)
Presiden RI Prabowo Subianto saat inspeksi mendadak (sidak) ke Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (3/2) (Istimewa)

REDAKSI88.com, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait harga gabah.

Dalam kebijakan ini, pemerintah menetapkan harga gabah kering panen minimal Rp 6.500 per kilogram agar pengusaha penggilingan padi tidak membeli di bawah harga tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat inspeksi mendadak (sidak) ke Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (3/2), dalam telekonferensi dengan petani dan pelaku industri pangan.

Baca Juga: Penyakit yang Merenggut Nyawa Barbie Hsu Pemeran Shan Cai, Flu Bisa Berkembang Menjadi Pneumonia

Dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan pentingnya meningkatkan taraf hidup petani sebagai produsen utama pangan di Indonesia.

"Petani kita adalah produsen, produsen pangan. Hidup mereka harus baik, kesejahteraan mereka harus meningkat," ujar Prabowo dengan tegas.

Ia pun menegaskan bahwa pemerintah tidak ragu untuk mengambil langkah tegas demi melindungi petani.

Baca Juga: Ketua MPR Soroti Perbaikan Program MBG dari Presiden Prabowo, Termasuk Porsi Makanan

"Saya tidak main-main ini. Ini adalah masalah kebangsaan," imbuhnya.

Menurutnya, keseimbangan harus dijaga agar semua pihak mendapatkan manfaat yang adil.

"Produsen, petani, pengusaha, dan konsumen harus menang. Kalau negara lain bisa, Indonesia harus bisa juga," katanya.

Prabowo juga menegaskan bahwa pangan merupakan faktor utama menuju negara maju, sehingga semua pihak harus berkomitmen terhadap tujuan ini.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp16.400 per Dolar, Mengingat Kembali Keberhasilan BJ Habibie Menguatkan Rupiah di Masanya

"Kalau tidak mau, ya sudah, tutup saja, tidak usah bikin penggilingan padi. Saya ambil alih. Negara akan ambil alih penggilingan padi," tegasnya.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X