Cedera ini mengingatkan publik pada insiden tahun 2020 di Sirkuit Jerez, ketika Marquez mengalami patah tulang lengan kanan yang memaksanya absen panjang dan menjalani 4 kali operasi.
2. Mandalika, Sirkuit Kutukan Marc Marquez
Kecelakaan itu memperpanjang catatan kelam Marquez di Mandalika. Dalam empat kali keikutsertaannya sejak 2022, pembalap berjuluk The Baby Alien itu belum pernah menuntaskan balapan utama di sirkuit ini.
Tidak dapat dipungkiri, sirkuit Mandalika seolah menjadi tempat yang tak bersahabat bagi Marquez.
Berdasarkan penelusuran, sejak pertama kali digelar pada 2022, pembalap Spanyol itu belum pernah mencapai garis finis di balapan utama.
Tahun pertama ia gagal start karena cedera saat sesi pemanasan, tahun 2023 terjatuh di Tikungan 13, dan pada 2024 motornya rusak sebelum finis.
Baca Juga: Menanti Ketajaman Romeny: Antara Cedera, Harapan, dan Laga Hidup Mati di Jeddah
Kini, insiden bentrokan dengan Bezzecchi menambah deretan kegagalannya di Lombok.
"Sebagian pengamat bahkan menyebut, Mandalika sebagai “sirkuit kutukan” bagi Marquez," demikian laporan dari Sky Sport Italia.
Di sisi lain, permukaan lintasan yang menantang dan suhu tinggi disebut menjadi faktor risiko tambahan bagi pembalap yang sering tampil agresif seperti dirinya.
3. Faktor Teknis dan Gaya Balap Agresif
Crash kali ini juga menyorot kembali gaya balap khas Marquez yang dikenal berani menekan di tikungan sempit.
Dalam tayangan ulang, tampak Marquez mencoba mempertahankan jalur ideal ketika Bezzecchi datang dari sisi dalam dengan kecepatan tinggi.
Baca Juga: Garuda Muda Bersiap: Misi Emas di Negeri Gajah Putih
Kontak pun tak terhindarkan. Banyak analis menilai, gaya defensif Marquez di lintasan teknis seperti Mandalika sering kali justru meningkatkan risiko tabrakan.
Menurut analis MotoGP asal Italia, Luca Boselli menilai faktor teknis juga berperan dalam insiden itu.
Artikel Terkait
Jelang Round 4, Patrick Kluivert Hadapi Tantangan Menyusun Garuda di Laga Panas Timur Tengah
Terjerat Skandal Naturalisasi, Timnas Malaysia Kian Terpojok usai Terancam Denda Rp73 M dan Diskualifikasi Piala Asia 2027
Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Absennya Emil hingga Tantangan Baru Kontra Arab Saudi dan Irak
Garuda Muda Bersiap: Misi Emas di Negeri Gajah Putih
Menanti Ketajaman Romeny: Antara Cedera, Harapan, dan Laga Hidup Mati di Jeddah