Festival resmi ditutup dengan ambengan selamatan suroan, festival kopi, pelepasan 1.000 lampion harapan, serta pagelaran wayang kulit semalam suntuk, yang menjadi puncak perayaan budaya masyarakat Kemumu.
Pemerintah daerah berharap Kemumu Suro Festival tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga ikon wisata budaya yang memperkuat identitas lokal sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.***
Artikel Terkait
RI Dikenai Tarif Impor 19 Persen oleh AS, Mendag: Justru Ada Peluang Tarik Investasi dan Tingkatkan Ekspor
Tak Etis & Arogan! Pengusiran Wartawan dari Gedung Pemda, PWI Ciayumajakuning: Ini Bukan Soal Aset, Tapi Pembungkaman Kritik Lewat Birokrasi
Tersingkir Tanpa Dialog! PWI Jabar Minta Pemkab Indramayu Tinjau Ulang Pengosongan Gedung Graha Pers
Asfiksia atau Pembungkaman? Analisis Kriminolog Forensik: Ada Tanda-Tanda Tak Wajar di Balik Kematian Arya Daru
Tinjau Fasilitas Kesehatan, Bupati ASA Pastikan Pelayanan di Pulau Enggano Meningkat
Bupati ASA: Wisata Pulau Dua Setara Kelas Dunia, Tapi Perlu Sentuhan Infrastruktur