Proses evakuasi pada malam hari sempat menyita perhatian warga sekitar. Banyak pengendara yang menghentikan laju kendaraannya untuk menyaksikan proses pencarian dan pengangkatan jasad korban dari sungai. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur poros Gowa–Takalar mengalami kemacetan total selama beberapa jam.
Setelah jasad korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga, Basarnas Makassar secara resmi menutup operasi pencarian.
Hasil penyelidikan sementara dari pihak berwenang menunjukkan bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan tunggal.
“Informasinya, korban dalam perjalanan pulang ke rumah dan saksi melihat dia kehilangan kendali hingga jatuh dari motor di Jembatan Kembar,” tutur Wawan.
Ia menambahkan, sejak laporan pertama diterima, tim SAR telah melakukan pencarian menggunakan berbagai metode.
“Kami menyelam, menyisir beberapa titik, dan menggunakan drone untuk memperluas area pencarian,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Tragedi Desa Sido Mukti, Ratusan Juta Melayang Akibat Ikan Tercemar Limbah Sawit
Didepan Petani, Manager PT BBS Resmi Minta Maaf atas Matinya Ikan Budidaya
Penggeledahan Disperindag Bengkulu: Jejak Korupsi dan Aset Pasar Panorama
Menyibak Skandal Anggaran: Sebulan, Dinas PUPR Bengkulu Utara Kuras APBD Nyaris Setengah Miliar
Ajang Perdana di Kalimantan, Dyandra Promosindo Siap Gelar IIMS Garage Balikpapan 2025, Road to IIMS 2026
Tragedi Pejaten Barat: Eksploitasi Anak Diduga Kaitkan Spa dengan Kematian Perempuan Misterius