Tragedi Pejaten Barat: Eksploitasi Anak Diduga Kaitkan Spa dengan Kematian Perempuan Misterius

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 20:37 WIB
Polisi masih menyelidiki kasus penemuan mayat perempuan di kawasan Pejaten Barat yang diduga merupakan seorang terapis di bawah umur. (Unsplash/David von Diemar) (Unsplash/David von Diemar)
Polisi masih menyelidiki kasus penemuan mayat perempuan di kawasan Pejaten Barat yang diduga merupakan seorang terapis di bawah umur. (Unsplash/David von Diemar) (Unsplash/David von Diemar)

REDAKSI88.com - Penemuan mayat seorang perempuan di lahan kosong kawasan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/10/2025) lalu menggemparkan publik.

Korban yang diduga berprofesi sebagai terapis di sebuah spa dan belum cukup umur ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik eksploitasi anak.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban berinisial RTA (14), yang disebut bekerja di Deltas Spa.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu, mengatakan bahwa korban telah dipastikan tidak dalam keadaan hamil. Meskipun demikian, hasil lengkap autopsi masih ditunggu dari pihak rumah sakit.

Baca Juga: Ajang Perdana di Kalimantan, Dyandra Promosindo Siap Gelar IIMS Garage Balikpapan 2025, Road to IIMS 2026

“Untuk penyebab kematian dan kondisi jenazah masih menunggu hasil autopsi, tapi sejauh ini yang diketahui korban tidak dalam keadaan hamil,” ujar Citra pada Sabtu (11/10/2025).

“Hasil resminya kami masih menunggu, tapi saat kami dampingi proses autopsi dokter menjelaskan korban tidak dalam keadaan hamil dan tidak pernah hamil juga,” tambahnya.

Pemeriksaan terhadap Pihak Manajemen Spa

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Ardian Satrio Utomo menjelaskan bahwa penyidik akan memeriksa pihak manajemen spa, khususnya bagian rekrutmen.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk menelusuri bagaimana korban yang tidak memenuhi kriteria dari segi umur dapat diterima bekerja.

“Manajer sudah dipanggil. Kami panggil yang rekrutmennya dulu, untuk mengetahui bagaimana proses penerimaan para terapis ini. Harusnya Kamis kemarin, tapi mereka minta mundur minggu depan,” kata Ardian.

Baca Juga: Menyibak Skandal Anggaran: Sebulan, Dinas PUPR Bengkulu Utara Kuras APBD Nyaris Setengah Miliar

Selain itu, polisi juga masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Ardian menambahkan bahwa dugaan sementara korban bisa saja terjatuh atau melompat, namun belum ada kesimpulan final.

“Ini masih kami dalami, apakah ada orang lain yang terlibat atau tidak. Kami tunggu hasil autopsi dari rumah sakit,” tambahnya.

Respons Tegas Pemerintah DKI

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa anak di bawah umur tidak seharusnya bekerja, terlebih di

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X