Baca Juga: Ribuan Guru Madrasah Gelar Aksi Demonstrasi di Monas, Tuntut Pemerintah Beri Kuota ASN dan PPPK
“Kami sudah mengarahkan tim untuk mendampingi korban dan memastikan seluruh proses penanganan berjalan transparan,” ujarnya.
Kronologi Kejadian: Kunjungan Mendadak Berujung Kekerasan
Berdasarkan laporan resmi Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN tertanggal 30 Oktober 2025, kejadian bermula saat Hasan Basri melakukan kunjungan mendadak ke dapur makan bergizi gratis di Desa Sagoe tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kunjungan yang semula dimaksudkan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan berubah menjadi insiden ketika Hasan disebut membentak para relawan, mengeluarkan ancaman, serta memukul Kepala SPPG Muhammad Reza di hadapan petugas lainnya.
Situasi baru dapat dikendalikan setelah asisten pribadi Hasan melerai pertikaian tersebut.
Usai kejadian, korban bersama relawan dan koordinator wilayah segera melapor kepada Bupati Pidie Jaya.
Sang bupati dikabarkan menyarankan agar pihak SPPG menempuh jalur hukum bila merasa dirugikan atas tindakan tersebut.***
Artikel Terkait
JMSI dan ACJA Tanda Tangani MoU Perkuat Kerja Sama Media Indonesia–Tiongkok
Pengamat Soroti Proyek Kereta Cepat Whoosh Tak Hanya soal Utang Negara, tapi Beban Periode Pemimpin Negara
Ribuan Guru Madrasah Gelar Aksi Demonstrasi di Monas, Tuntut Pemerintah Beri Kuota ASN dan PPPK
Mahfud MD Sebut Jokowi Bisa Dipanggil KPK Terkait Polemik Proyek Whoosh
Istana Ungkap Peran Tim Koordinasi MBG yang Dibentuk Prabowo, Mensesneg Jelaskan Tujuan Pembentukannya