"Anak saya masih di bawah umur, tidak paham apa-apa. Saya tidak terima perbuatan para oknum debt collector ini," tegasnya.
Warga Bengkulu Utara lainnya juga pernah mengalami kejadian serupa. E, warga Desa Kuro Tidur, kehilangan motor beberapa bulan lalu.
"Saya mengalami hal yang sama, motor dirampas di Jalan Tugu Hijau/Nakau, lalu diminta tebusan jutaan rupiah," ungkapnya.
Ia mengaku tidak mampu menebus motor, sebab jika punya uang tentu angsuran kreditnya sudah ia bayar tepat waktu.
Aparat penegak hukum (APH), terutama Polda Bengkulu, diharapkan segera bertindak tegas agar kejadian ini tidak semakin meresahkan.
"Menunggak kredit bukan berarti tidak mau bayar, bisa jadi karena kesulitan ekonomi," harapnya kepada Kapolda Bengkulu.***