Dibeli Google Rp500 Miliar, Startup Israel Ini Ternyata Dibangun Mantan Agen Mata-Mata, Berbahayakah?

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 3 April 2025 | 18:17 WIB
Dampak Wiz setelah diakuisisi oleh Google. (Unsplash/Greg Bulla)
Dampak Wiz setelah diakuisisi oleh Google. (Unsplash/Greg Bulla)

REDAKSI88.com - Google tidak ragu mengeluarkan dana Rp500 miliar untuk mengakuisisi Wiz, perusahaan keamanan siber asal Israel, meskipun netralitasnya dipertanyakan.

Yang menarik dari akuisisi ini adalah latar belakang pendiri Wiz, yang seluruhnya merupakan mantan anggota Unit 8200—divisi intelijen siber elite militer Israel.

Unit 8200 terkenal karena perannya dalam pengumpulan intelijen, pengawasan, peretasan, serta pengembangan teknologi keamanan siber.

Namun, unit ini juga menuai kontroversi. Sejumlah mantan anggotanya mengaku pernah terlibat dalam pengawasan massal terhadap warga Palestina untuk tujuan "persekusi politik."

Baca Juga: Google Akuisisi Wiz Rp500 Triliun: Perkuat Keamanan Cloud atau Bailout untuk Israel?

Selama beberapa dekade, Unit 8200 menjadi batu loncatan bagi para veteran yang ingin berkarier di industri teknologi global. Banyak startup sukses, termasuk perusahaan-perusahaan besar, didirikan oleh mantan personel unit ini.

"Dulu, para alumni Unit 8200 jarang membicarakan latar belakang mereka. Namun kini, mereka justru menggunakannya dalam siaran pers untuk menarik perhatian investor dan klien," ungkap The Wall Street Journal dalam laporannya tentang koneksi erat antara Unit 8200 dan industri teknologi AS.

Akuisisi Wiz hanyalah salah satu dari serangkaian pembelian besar perusahaan Israel oleh raksasa teknologi AS.

Sebelumnya, Palo Alto Networks mengakuisisi Dig Security dan Talon CyberSecurity dengan nilai hampir $1 miliar (Rp161 triliun)—hanya beberapa minggu setelah perang Gaza meletus.

Baca Juga: Pemprov DKI Ingatkan Pendatang: Jangan Jadikan Bansos Alasan Datang

Dominasi mantan personel Unit 8200 di industri teknologi AS mulai memicu kekhawatiran. Paul Biggar, pendiri Tech for Palestine, menyoroti risiko yang muncul dari pengaruh mereka.

"Pada dasarnya, seluruh industri teknologi Israel didanai oleh modal ventura AS. Akuisisi perusahaan Israel oleh Silicon Valley bukanlah hal baru, tetapi ketika perusahaan-perusahaan ini dipimpin oleh mantan personel Unit 8200, mereka mendapatkan akses ke struktur internal perusahaan-perusahaan AS," jelasnya.

Biggar juga memperingatkan risiko keamanan, "Wiz tidak bisa dipercaya karena semua data pengguna mereka dikelola oleh perusahaan Israel yang dipimpin oleh mantan pejabat intelijen," ungkapnya.

Seorang peneliti yang mempelajari kaitan Silicon Valley dengan dunia intelijen mengungkap bahwa lebih dari 1.400 mantan anggota Unit 8200 dan badan intelijen Israel kini bekerja di perusahaan teknologi AS.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X