"Jika Anda berdiri di Silicon Valley dan melempar batu, kemungkinan besar Anda akan mengenainya ke mantan atau anggota aktif Unit 8200," ujarnya, menambahkan bahwa meski tidak semua terlibat agenda rahasia, potensi penyalahgunaan tetap ada.
Ancaman infiltrasi asing di sektor teknologi telah lama menjadi perhatian intelijen AS. FBI bahkan pernah memperingatkan risiko mata-mata yang bekerja untuk kepentingan negara lain.
Baca Juga: 10 Tahun Lagi, Apa Masih Ada Guru dan Dokter? Ramalan Bill Gates Bikin Merinding!
"AS terus berbicara soal bahaya infiltrasi China di industri teknologi, tetapi hampir tidak pernah membahas Israel—padahal badan intelijen AS menganggap Israel sebagai ancaman kontra-intelijen utama setelah China, Rusia, dan Iran," tegas peneliti tersebut.
Dalam kasus Wiz, risiko utamanya terletak pada akses terhadap data cloud. "Ini adalah area yang memiliki akses luas terhadap data pengguna. Data-data ini sangat mudah untuk diambil, diunduh, atau ditransfer ke pihak lain," jelasnya.***
Artikel Terkait
3 Faktor Penentu Kelancaran Mudik Lebaran 2025 Menurut Wamendagri
Wamendagri Ingatkan ASN: Hari Pertama Kerja Wajib On Time untuk Halal Bihalal!
10 Tahun Lagi, Apa Masih Ada Guru dan Dokter? Ramalan Bill Gates Bikin Merinding!
Buruan Cek! Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Pendatang Jika Mau Masuk Jakarta Setelah Lebaran
Pemprov DKI Ingatkan Pendatang: Jangan Jadikan Bansos Alasan Datang
Google Akuisisi Wiz Rp500 Triliun: Perkuat Keamanan Cloud atau "Bailout" untuk Israel?