REDAKSI88.com – Pemerintah memastikan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berada di level Rp12.500 per kilogram.
Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, meski sempat ada usulan penyesuaian dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan HET beras SPHP tidak mengalami perubahan.
Baca Juga: Deflasi Agustus 2025 Capai 0,08 Persen, Inflasi Tahunan Tetap Terkendali
“Tetap HET-nya. Tetap Rp12.500. Tidak boleh dinaikkan,” ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (1/9).
Rizal menekankan, keputusan mempertahankan harga tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
“Karena masyarakat sudah susah sekarang. Tidak akan dinaikkan, supaya masyarakat juga tenang,” imbuhnya.
Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih di Jalur Positif
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menambahkan meskipun harga gabah kering giling (GKG) naik dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram, rapat terbatas memutuskan HET beras SPHP tidak berubah.
“Jadi tidak ada kenaikan harga beras Bulog,” katanya.
Pemerintah berharap langkah ini dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.***
Artikel Terkait
Bongkar Strategi Bisnis saat Ketidakpastian Ekonomi, Transparansi Jadi Kunci di Tengah Gejolak Pasar
Saham Anjlok 2,5 Persen usai Nestle Copot CEO Laurent Freixe karena Skandal Asmara dengan Karyawan
Prabowo Diminta Nasionalisasi BCA untuk Tutupi Utang Negara, Sasmito Ungkap Dugaan Skandal BLBI
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus Rp362,8 Triliun hingga Juli 2025
Menko Airlangga Pastikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih di Jalur Positif
Deflasi Agustus 2025 Capai 0,08 Persen, Inflasi Tahunan Tetap Terkendali