Sri Mulyani Terkesan dengan Model Ekonomi China, Sebut Dunia Perlu Belajar dari RRT

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Minggu, 29 Juni 2025 | 16:00 WIB
Momen pertemuan Sri Mulyani (kiri) dengan Lan Fo’an.  (Instagram.com / @smindrawati)
Momen pertemuan Sri Mulyani (kiri) dengan Lan Fo’an. (Instagram.com / @smindrawati)

Redaksi88.com – Dalam gelaran pertemuan tahunan ke-10 Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang berlangsung di Beijing, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Menteri Keuangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Lan Fo an.

Pertemuan tersebut diklaim sebagai langkah strategis dalam mengimplementasikan kesepakatan antara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden China, Xi Jinping, untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Sri Mulyani menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk konkret dari komitmen yang telah dibangun oleh kedua pemimpin negara.

Baca Juga: Setelah Klaim Damaikan Iran-Israel, Trump Kini Coba Tengahi Konflik Kongo-Rwanda

"Kami membahas perkuatan hubungan bilateral Indonesia–RRT sebagai implementasi yang sejalan dan sesuai kesepakatan kedua pimpinan negara Presiden Prabowo dan Presiden Xi Jinping,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan resminya, Sabtu 28 Juni 2025. 

Sementara itu, menteri Lan Fo’an menekankan prinsip mutual respect, kemitraan kuat, inklusivitas, dan keterbukaan. 

Kedua menteri itu juga bertukar pikiran soal kondisi ekonomi global, salah satunya tentang kebijakan tarif perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat.

Baca Juga: Telisik OTT KPK di Mandailing Natal, Terkait Proyek PUPR dan Satker PJN Sumut

"Kami juga membahas situasi ekonomi dunia dan dinamika serta perkembangan kebijakan tarif yang diterapkan Amerika Serikat kepada berbagai negara dunia," kata Sri. 

Lebih jauh, Sri Mulyani juga menyatakan kekagumannya terhadap model pembangunan infrastruktur China.

“Dunia dapat belajar dari sukses RRT membangun ekonominya melalui pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital, dan penerapan prinsip kerja sama,” kata Sri Mulyani. 

Baca Juga: Hotman Tunjukkan Surat Panggilan sebagai Saksi Kasus Razman dan Ketua PN Jaksel: Akan Ada Tersangka

Lebih lanjut, menkeu Lan Fo’an memaparkan data ekonomi China yang terbilang positif.

"Pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada kuartal I-2025, tingkat pengangguran menurun, dan rasio utang pemerintah terhadap PDB yang terkendali di 68 persen," jelasnya.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X