ekonomi

Bukan yang Terbesar, tapi yang Terpercaya: Saat AI dan Data Jadi Fondasi Baru Industri Keuangan Digital Indonesia

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 13:15 WIB
Transformasi digital jadi salah satu kunci keberlanjutan industri keuangan dan asuransi. (freepik/rawpixel.com)

Redaksi88.com — Disrupsi digital kini telah menjadi keniscayaan di hampir seluruh sektor ekonomi, termasuk industri keuangan dan asuransi.

Dalam satu dekade terakhir, Indonesia mengalami percepatan signifikan dalam adopsi teknologi, mulai dari sektor e-commerce, transportasi digital, hingga layanan keuangan berbasis daring.

Laporan e-Conomy SEA 2024 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat bahwa nilai ekonomi digital Asia Tenggara pada 2024 mencapai sekitar Rp4.320 triliun, meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Ajang Perdana di Kalimantan, Dyandra Promosindo Siap Gelar IIMS Garage Balikpapan 2025, Road to IIMS 2026

Dari total tersebut, sektor e-commerce menjadi penyumbang terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp1.082 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang kian bergantung pada layanan digital. 

Kondisi ini menuntut industri keuangan dan asuransi untuk beradaptasi, menghadirkan produk yang tidak hanya mudah diakses tetapi juga relevan dengan kebutuhan pengguna.

Baca Juga: Imbas Protes Penolakan, Enam Atlet Israel Batal Tampil Ajang Artistic Gymnastics World Championship 2025 di Jakarta

Menjawab Regulasi dan Kepercayaan Publik

Transformasi digital di sektor keuangan tidak hanya soal penerapan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan dan tata kelola yang kuat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui kebijakan seperti POJK 11/2023 dan POJK 23/2023 menegaskan pentingnya penerapan governance, manajemen risiko, serta transparansi pelaporan. 

Regulasi ini berfungsi sebagai “rem dan pedal gas” yang menjaga keseimbangan antara inovasi dan akuntabilitas.

Baca Juga: Sidang Praperadilan Nadiem Makarim, Hotman Paris Bawa Hasil Audit BPKP dan Klaim Tak Ada Kerugian Negara

Di era keterbukaan informasi saat ini, kepercayaan publik menjadi aset paling berharga bagi industri keuangan. 

Reputasi perusahaan tak lagi hanya diukur dari laporan keuangan tahunan, melainkan juga dari pengalaman pelanggan yang tersebar luas melalui media sosial.

Halaman:

Tags

Terkini