Trump Tuntut PBB Lakukan Penyidikan, Klaim Alami 3 Sabotase Ini saat Hadiri Sidang Majelis Umum

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 26 September 2025 | 11:20 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menuntut PBB untuk melakukan investigasi karena klaim sabotase.  (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menuntut PBB untuk melakukan investigasi karena klaim sabotase. (Instagram.com/@realdonaldtrump)

Trump mengaku sempat kaget karena peristiwa itu terjadi setelah insiden eskalator.

Baca Juga: Promedia Sukses Gelar CoreLab 2025 di Unesa, Ajang Mahasiswa Tingkatkan Skill Bikin Konten di Era Digital

“Saya langsung berpikir, ‘Wow, pertama kejadian eskalator dan sekarang teleprompter yang buruk. Tempat macam apa ini?’ Dan saya kemudian melanjutkan untuk pidato tanpa teleprompter selama 15 menit kemudian. Kabar baiknya adalah pidato saya mendapatkan review yang fantastis,” paparnya.

Dengan kepercayaan dirinya, Trump melanjutkan dengan menuliskan bahwa review bagus yang ia dapatkan karena tak semua orang bisa melakukan sesuatu seperti dirinya.

Audio Mati

Permasalahan lainnya yang dialami oleh Trump adalah audio mati ketika ia pidato di PBB.

“Ketiga, setelah pidato, saya diberitahu bahwa suara itu benar-benar tidak terdengar di auditorium tempat pidato dilakukan, bahwa para pemimpin dunia, kecuali mereka menggunakan earphone para penerjemah, tidak bisa mendengar apa-apa,” aku Trump.

Baca Juga: Surat Resmi FIFA Pastikan Erick Thohir Boleh Rangkap Jabatan Menpora dan Ketum PSSI

“Orang pertama yang saya lihat pada akhir pidato itu adalah Melania, yang duduk tepat di depan. Saya berkata, “Bagaimana yang saya lakukan?’ Dan dia berkata, ‘Saya tidak bisa mendengar apapun yang kamu katakan,’” jelasnya.

Trump menegaskan bahwa apa yang ia alami bukanlah sebuah kebetulan, tetapi sabotase tiga rangkap yang ia terima.

Minta PBB untuk Lakukan Penyidikan

“Mereka seharusnya malu pada diri mereka sendiri. Saya mengirim salinan surat ini ke Sekretaris Jenderal, dan saya menuntut penyelidikan segera,” tegasnya.

“Tidak heran Perserikatan Bangsa-Bangsa belum mampu untuk melakukan pekerjaan yang mereka dimasukkan ke dalam eksistensi untuk melakukannya. Semua rekaman keamanan di eskalator harus aman, terutama tombol stop darurat. Secret Service akan dilibatkan,” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X