Perundingan Damai di Gaza ala Trump-Netanyahu Temui Jalan Terjal, Kini Peringatkan Hamas yang Enggan Ikut Lucut Senjata

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Senin, 6 Oktober 2025 | 18:13 WIB
Menyoroti perundingan damai di wilayah konflik Gaza, Palestina melalui rencana AS terkait pelucutan senjata yang melibatkan Israel dan Hamas.  (Instagram.com/@b.netanyahu)
Menyoroti perundingan damai di wilayah konflik Gaza, Palestina melalui rencana AS terkait pelucutan senjata yang melibatkan Israel dan Hamas. (Instagram.com/@b.netanyahu)

REDAKSI88.com - Upaya internasional mengakhiri perang di Gaza kembali menemukan momentumnya.

Mesir menjadi tuan rumah perundingan damai antara Israel, Hamas, dan Amerika Serikat (AS) yang digelar pada Senin, 6 Oktober 2025 waktu setempat.

Menurut laporan AFP, delegasi dari berbagai pihak telah tiba di Kairo sehari sebelumnya.

Di antara mereka hadir utusan khusus AS, Steve Witkoff, serta delegasi Hamas yang dipimpin Khalil al Hayya, tokoh yang baru saja lolos dari upaya pembunuhan di Qatar pada September lalu.

“Hamas akan dilucuti, baik secara diplomatik lewat rencana Trump, atau secara militer oleh kami,”
tegas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam pernyataannya kepada AFP.

Netanyahu berharap para sandera Israel bisa pulang sebelum Hari Raya Sukkot yang dimulai Senin malam. Namun di balik seruan damai ala Trump dan Netanyahu, garis api di Gaza masih menyala.

Baca Juga: 5 Poin Kritis soal Deal Perdamaian Gaza ala Trump–Netanyahu, dari Transisi Pemerintah hingga Palestina Merdeka

Trump Desak Kesepakatan Rampung Pekan Ini

Presiden Donald Trump menegaskan optimismenya terhadap proses negosiasi. Kepada Middle East Monitor, Trump mengatakan pembahasan antara Hamas dan mediator dari berbagai negara berjalan “cepat dan positif”.

“Saya diberitahu tahap pertama harus selesai pekan ini, dan saya meminta semua pihak bertindak cepat,”
ungkap Trump, Minggu (5/10/2025).

Ia memperingatkan Hamas agar tunduk pada rencana damai 20 poin yang disusunnya.

“Jika tidak, pertumpahan darah besar-besaran akan terjadi—sesuatu yang tidak diinginkan siapa pun!”

Pernyataan Trump itu juga dianggap menegaskan pengaruh kuat Washington dalam perundingan yang diprakarsai Kairo, menjadikan Mesir bukan sekadar mediator, tetapi juga panggung diplomasi AS di Timur Tengah.

Baca Juga: Detik-detik Mencekam Insiden Gempa Dahsyat di Filipina, Jeritan Warga Mindanao di Tengah Guncangan 6,9 M

Israel: Perang Akan Berlanjut Jika Damai Gagal

Nada optimistis Trump tidak sepenuhnya menular ke Tel Aviv. Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, menegaskan bahwa militer tetap siap melanjutkan operasi di Gaza bila negosiasi menemui jalan buntu.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X