Korea Utara memiliki berbagai fasilitas yang tersebar di seluruh negeri untuk mendukung program nuklirnya, termasuk tambang untuk pengumpulan uranium mentah, fasilitas pengayaan dan reaktor nuklir untuk mengolah uranium dan plutonium menjadi bahan bakar bom, serta pabrik perakitan senjata.
Pusat Penelitian Ilmiah Nuklir Yongbyon, yang dibangun pada akhir 1950-an dengan bantuan Soviet, memiliki setidaknya tiga reaktor yang, menurut klaim Korea Utara, ditujukan untuk menghasilkan listrik.
Pusat ini juga memiliki fasilitas fabrikasi bahan bakar dan pabrik pemrosesan ulang plutonium, di mana material berkualitas senjata dapat diekstraksi dari batang bahan bakar bekas, menurut Nuclear Threat Initiative (NTI), sebuah lembaga think-tank yang berbasis di Washington.
Korea Utara diketahui telah melaksanakan enam uji coba nuklir pada tahun 2006, 2009, 2013, 2016, dan 2017.
Para analis meragukan klaim Korea Utara bahwa ledakan pada Januari 2016 merupakan bom termonuklir pertama mereka, tetapi meyakini bahwa senjata semacam itu kemungkinan telah diuji pada tahun 2017 dalam sebuah ledakan yang jauh lebih besar dibandingkan uji coba sebelumnya.***
Artikel Terkait
Perselisihan Yayasan Darul Fikri Berakhir, Keputusan Pengadilan Kukuhkan Pemulihan Hubungan Industrial
Warganet Apresiasi Prabowo Langsung Tancap Gas Kejar Koruptor, Sikat Terus Pak!
Rekam Jejak Tom Lembong, Dari Tersangka Kasus Impor Gula hingga Penyesalan Saat Menjabat Mendag di Era Jokowi
Menyoroti Dugaan Korupsi Tom Lembong, Eks Penulis Pidato Jokowi dan Skandal Gula di Kemendag RI
Pemkab Bengkulu Utara Umumkan Hasil Seleksi Administrasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Tahun 2024, Berikut Ini Nama-namanya
Korea Utara Menciptakan Gelombang Ketegangan dengan Peluncuran Rudal Balistik