internasional

Dituduh Fasilitasi Serangan Hamas ke Israel, Pengusaha Palestina Bashar Masri Kini Digugat 200 Keluarga Korban Asal AS

Rabu, 9 April 2025 | 17:00 WIB
Pengusaha sekaligus miliarder di Palestina, Bashar Masri. (Instagram.com/@basharfmasri)

REDAKSI88.com — Di balik gemuruh perang yang mengoyak Gaza, sebuah gugatan menggegerkan dunia hukum internasional. 

Bashar Masri, miliarder Palestina sekaligus pengusaha terkaya di Tepi Barat, kini menjadi sasaran tuntutan hukum atas tuduhan memfasilitasi serangan mematikan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

"Serangan itu bukan sekadar tragedi—ia adalah pembantaian," tuntut para penggugat. 

Lebih dari 1.200 nyawa melayang di Israel, termasuk 40 warga AS. Balas dendam Israel pun menghantam Gaza dengan dahsyat, 50.000 orang tewas.

Baca Juga: Prabowo Kunjungi 5 Negara Timur Tengah, Minta Dukungan Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia

Kini, di ruang sidang Pengadilan Distrik AS untuk Washington DC, 200 keluarga korban—penyintas dan mereka yang kehilangan orang tercinta, menggugat Masri. 

Mereka menuduhnya membangun infrastruktur rahasia untuk Hamas, mengubah propertinya menjadi pangkalan militer terselubung.

"Dia bukan sekadar pengusaha. Dia arsitek di balik terowongan teror," demikian tertuang dalam dokumen gugatan. 

Dua hotel mewah dan zona industri di Gaza yang ia kuasai disebut menyimpan terowongan Hamas. 

Baca Juga: Viral Pertemuan Prabowo dengan Megawati: Silaturahmi Biasa atau Pembahasan Strategis?

"Pintu masuknya tersembunyi di dalam propertinya, digunakan sebelum, selama, dan setelah 7 Oktober," klaim dokumen gugatan para korban serangan Hamas asal AS itu.

Lebih mengerikan, gugatan itu mengklaim. "Masri tak hanya membangun terowongan ia memasok listriknya." Panel surya di atas tanah dikatakan menghidupkan jaringan bawah tanah Hamas, mengalirkan daya untuk persenjataan dan operasi militer.

Ini adalah kasus pertama di mana seorang warga AS sendiri, Masri memegang kewarganegaraan ganda dituduh memberi dukungan besar bagi serangan yang memicu perang Gaza.***

Tags

Terkini