internasional

Tradisi Diplomasi Indonesia di Sidang Umum PBB, Kini Giliran Prabowo Subianto Setelah 10 Tahun RI Absen

Selasa, 23 September 2025 | 11:40 WIB
Menyoroti Presiden RI, Prabowo Subianto yang dijadwalkan akan berpidato di Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di AS. (Instagram.com/@prabowo)

Dalam pidatonya, ia menentang imperialisme dan kolonialisme serta menawarkan Pancasila sebagai ideologi alternatif bagi dunia. 

Gagasan itu kemudian dikenang sebagai salah satu pidato bersejarah PBB, bahkan ditetapkan UNESCO sebagai Memory of the World pada 2023 lalu.

Soeharto dan “Pesan Jakarta”

Presiden ke-2 RI, Soeharto tercatat pernah dua kali berbicara di Sidang Umum PBB, yakni pada 24 September 1992 dan Oktober 1995. 

Pada 1992, ia menyampaikan “Pesan Jakarta” yang merupakan hasil KTT Gerakan Non-Blok di Jakarta, mewakili 108 negara anggota.

Tiga tahun kemudian, Soeharto kembali berpidato pada peringatan 50 tahun berdirinya PBB, menegaskan komitmen Indonesia pada kerja sama internasional.

Baca Juga: Banyak Nasabah Mengaku Rugi, Begini Kata Mandiri Sekuritas Respons Layanan Aplikasi Growin’ Error

Megawati Dorong Reformasi PBB

Estafet pidato di panggung PBB juga pernah dilanjutkan oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. 

Ketum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu diketahui hadir dua kali, yakni pada 2001 dan 2003. 

Dalam pidatonya, Megawati menekankan perlunya reformasi mendasar dalam tubuh PBB agar lembaga tersebut lebih efektif dan relevan dalam merespons tantangan global.

Baca Juga: Listyo Sigit Bentuk Tim Transformasi Reformasi Polri, Sebut Langkah Responsibilitas Institusi

SBY Paling Aktif Berbicara

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden yang paling sering hadir di podium PBB. 

Sepanjang masa pemerintahannya 2004–2014, ia tercatat sudah 6 kali berpidato, dimulai pada Sidang Umum ke-62 pada 2007 silam.

SBY kerap mengangkat kontribusi Indonesia bagi perdamaian internasional, diplomasi multilateral, serta peran aktif RI dalam isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan di dunia internasional.

Baca Juga: Mengupas Dugaan Suap Proyek DJKA dan Keterlibatan Nama Bupati Pati Sudewo

Menanti Arah Baru Diplomasi Prabowo

Kini, pada tahun September 2025, giliran kesempatan Presiden Prabowo untuk menambah babak baru dari tradisi tersebut. 

Halaman:

Tags

Terkini