Publik menanti apakah Prabowo akan menggemakan isu klasik seperti Palestina dan reformasi PBB, atau menghadirkan visi baru Indonesia menghadapi tantangan geopolitik secara global.
Yang pasti, pada akhirnya pidato ini akan menambah jejak panjang perjalanan diplomasi Indonesia di forum musyawarah global sejak era Presiden Soekarno.***