Ia telah menginstruksikan Kementerian Sosial, Kementerian PAN-RB, serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan hanya anak-anak dari keluarga tak mampu yang masuk dalam program ini.
Verifikasi dilakukan langsung berdasarkan kondisi tempat tinggal dan data kependudukan.
“Saya minta dicek rumah tinggalnya. Jangan cuma di atas kertas. Ini harus benar-benar untuk yang tidak mampu,” ujarnya.
Lebih jauh, Prabowo menegaskan bahwa program ini bukan sekadar soal pendidikan, melainkan bagian dari upaya menyeluruh untuk membangun masa depan bangsa dari akar rumput.
Ia ingin memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit, terlepas dari asal-usul mereka.
Baca Juga: Idul Adha 2025: Makna, Keutamaan, dan Tradisi di Indonesia
“Yang berani menang, berani benar, akan berhasil. Berani dulu, baru benar. Setelah berani dan benar, baru berhasil. Kalau tidak berani, kita tidak bisa dapat apa-apa,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti persoalan ketimpangan dan belum meratanya hasil kekayaan bangsa, serta pentingnya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih agar program seperti ini dapat berjalan dengan optimal.
Menutup pidatonya, Prabowo menyampaikan pesan penuh semangat kepada para sesepuh militer dan seluruh rakyat Indonesia.
“Selama masih ada nafas, selama masih ada hajat, Merah Putih tidak akan berhenti berjuang,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Prabowo Sebut-sebut Nama Jokowi di Sidang Kabinet, Dari Dugaan Ijazah Palsu Hingga Isu jadi ‘Boneka’
Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Anggota DPR Alamuddin Dimyati Rois di Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah
KPK Targetkan Pemerintah Daerah Patuh Standar MCP 2025 untuk Tata Kelola Bersih
Apresiasi untuk Pengabdian, Dandim 0423/BU Resmi Lepas 14 Prajurit TNI dan 2 PNS yang Purna Tugas
Perkuat Hubungan Internasional, Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari 8 Dubes Negara Sahabat di Istana Merdeka