Baca Juga: Haji Furoda dan Haji Khusus, Apa Saja Perbedaannya? Ini Penjelasannya
Selain itu, 21,4 persen responden mengaku PHK dilakukan karena tekanan dari produk impor, dan 20,9 persen lainnya menyebut faktor teknologi sebagai penyebab.
Survei tersebut juga mengungkap bahwa sebanyak 67,1 persen pengusaha tidak berencana melakukan investasi baru dalam 12 bulan ke depan. Padahal, investasi baru dibutuhkan guna menciptakan lapangan kerja setiap tahunnya.
Shinta menegaskan bahwa ketersediaan lapangan kerja saat ini masih jauh dari kebutuhan aktual, sehingga kondisi tersebut turut memperparah tingginya angka PHK.
"Di sisi lain kita juga banyak pekerjaan-pekerjaan baru melalui investasi yang masuk. Namun kita mesti menyadari bahwa di luar daripada PHK kita juga harus menyiapkan 3-4 juta pekerjaan baru setiap tahunnya," ungkapnya.***
Artikel Terkait
Bengkulu Utara Terima Rp23,03 Miliar dari Total DBH Rp179,67 Miliar untuk Provinsi Bengkulu Tahun 2025
Viral! Rafathar Laporkan Mama Gigi ke Dedi Mulyadi karena Malas Mandi, Begini Tanggapan Gubernur Jabar
Rombongan Jemaah Haji Khusus Indonesia Mulai Berdatangan di Makkah
Rombongan Pertama Jemaah Haji Khusus Asal Indonesia Tiba di Arab Saudi, Apa Itu Haji Khusus?
Kapolda Bengkulu Kunjungi Polres Bengkulu Utara, Waka I DPRD Hadiri dan Apresiasi Kegiatan Penghijauan