Redaksi88.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti rendahnya penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo.
Menurutnya, transparansi perlu ditingkatkan dengan melaporkan perkembangan penyerapan anggaran harus dilaporkan kepada publik.
Untuk itu, Menkeu berencana untuk rutin menggelar jumpa pers bersama dengan Kepala Badan Gizi Nasiona (BGN) mengenai anggaran MBG.
Baca Juga: Auroville: Kota Utopia di India yang Hidup Tanpa Uang dan Agama bahkan Pemerintahan
“Ada yang dikomplain tadi, MBG, penyerapannya rendah, saya tanya temen-temen keuangan gimana monitoringnya dia bilang bagus-bagus aja, tapi ternyata enggak, jelek,” kata Menkeu Purbaya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 10 September 2025.
Ia menegaskan, jumpa pers bulanan akan menjadi sarana bagi Kepala BGN, Dadan Hindayana, untuk menjelaskan penggunaan anggaran MBG kepada masyarakat.
“Ya sudah, nanti sebulan sekali kita akan jumpa pers dengan kepala BGN, nanti kalau penyerapannya jelek, dia (Kepala BGN, Dadan Hindayana) suruh jelasin ke publik, saya di sebelahnya,” tambahnya.
Selain MBG, Purbaya menekankan program lain dengan penyerapan anggaran lambat juga akan menjadi perhatian.
“Program-program yang lain, akan saya sisir. Bagian-bagian lambat, akan kami percepat,” tegasnya.
Menkeu menyebut percepatan dapat dilakukan dengan mengirimkan tim khusus untuk membantu penyusunan program kerja.
“Kalau mereka nggak bisa nyusun kebijakan anggaran dalam nyusun program kerjanya atau pengajuan anggarannya, kami akan kirim orang ke sana supaya jalannya cepat dan kita akan monitor on reguler basis,” papar Purbaya yang baru dilantik pada 8 September 2025 itu.
Program MBG sendiri mulai berjalan sejak 6 Januari 2025 dengan alokasi awal Rp71 triliun. Anggaran itu kemudian ditambah Rp50 triliun sehingga total mencapai Rp121 triliun. Targetnya, program ini bisa menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun melalui pengoperasian 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Artikel Terkait
Nepo Kids: Gaya Hidup Mewah Anak Pejabat yang Menyulut Gelombang Reformasi di Nepal
Demo Nepal 2025: Ketimpangan Ekonomi, 10 persen Orang Kaya Kuasai Pendapatan 3 Kali Lipat dari Warga Miskin
Soroti Sulitnya Warga RI Cari Kerja, Menkeu Purbaya Sebut Penyebabnya Dana Rp425 Triliun Mengendap di BI
Ekonom Senior Fuad Bawazier: Soal Tuntutan Rakyat, Menyelesaikan Masalah Memerlukan Waktu
Tantowi Yahya Soal Purbaya Diminta Mundur Usai Dilantik Jadi Menkeu: Kita Kasih Dia Kesempatan Bekerja