5 Fakta Aksi Demonstrasi Ojol di Istana Hari Ini, 6 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan hingga Disorot Media Asing

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 17 September 2025 | 12:36 WIB
Menyoroti aksi demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 17 September 2025.  (Instagram.com/@keluhkesahojol.id)
Menyoroti aksi demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 17 September 2025. (Instagram.com/@keluhkesahojol.id)

"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya," sebut Susatyo.

"Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik," imbuhnya.

Baca Juga: 5 Jejak Skandal Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 yang Bikin Boncos RI Rp1 Triliun, Kini Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Dana Rp73 Juta per Jamaah

3. Matikan Aplikasi Serentak

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum GARDA Indonesia, Igun Wicaksono, sempat meminta masyarakat mencari moda transportasi lain lantaran pihaknya melakukan aksi 'mematikan aplikasi' sebagai salah satu bentuk protes dalam aksi '179 Ojol'.

"Imbauan Garda terhadap warga Jakarta agar memilih moda transportasi alternatif pada Rabu 17 September 2025," terang Igun dalam keterangan resminya, pada Selasa, 16 September 2025. 

"Sebagian besar transportasi online akan mematikan aplikasi secara masif sebagai bentuk solidaritas pergerakan aksi demonstrasi ojek online ke Kemenhub, istana, dan DPR RI," sambungnya.

Baca Juga: 4 Fakta Terkini Kasus Dugaan Perundungan Siswi MTs di Sulteng: Korban Anak Yatim, Jilbab dan Pakaian Dilucuti

4. Desak 7 Tuntutan Utama

Dalam aksi '179 Ojol' itu, diketahui para demonstran mendesak 7 tuntutan utama untuk segera dijawab pihak Pemerintah RI.

Pertama, mendesak pemerintah dan DPR memasukkan RUU Transportasi Online ke Prolegnas 2025-2026.

Kedua, menurunkan potongan aplikator dari 20 persen ke 10 persen. Ketiga, pembuatan regulasi tarif antar barang dan makanan.

Lalu yang keempat, audit investigatif atas potongan 5 persen yang selama ini diambil aplikator.

Baca Juga: 7 Poin Tuntutan Ojol Bakal Ramai-ramai Matikan Aplikasi Besok, dari Desak RUU Transportasi Online hingga Usut Tragedi Affan Kurniawan

Kelima, penghapusan program-program, seperti Aceng, Slot, Multi Order, Member Berbayar yang merugikan pengemudi.

Keenam, menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas Tragedi 28 Agustus 2025 yang menewaskan Affan Kurniawan.

Terakhir, mereka menuntut pencopotan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X