REDAKSI88.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada manipulasi dalam data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Seperti diketahui, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2025 sebesar 5,12 persen. Data tersebut sempat menuai perdebatan karena sebagian pihak meragukannya.
Purbaya menyatakan pertumbuhan 5,12 persen mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang ditopang konsumsi rumah tangga, peningkatan investasi, serta ekspor yang tetap kuat.
Baca Juga: Modus Kredit Fiktif Terungkap, 3 Pegawai Bank Bengkulu Dijebloskan ke Tahanan
Ia merinci konsumsi rumah tangga tumbuh 5 persen, investasi naik 6,99 persen, investasi bangunan meningkat 4,9 persen, dan investasi mesin melonjak 25,3 persen.
“Sebagian dari Anda menganggap angka ini salah. (Pertumbuhan) 5,12 (persen) katanya 5+1+2=8, tapi bukan itu. Di belakangnya kalau Anda lihat, laju pertumbuhan uang pada triwulan II itu tumbuh cukup kencang. Jadi memang itu yang mendorong belanja konsumen tumbuh kuat 5 persen,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
“Triwulan II angkanya memang seperti itu. Tidak ada manipulasi BPS. Kalau yang nyangkal-nyangkal itu, ekonominya nggak pada ngerti. Menteri Keuangan boleh ngomong gitu kan, ya? Jadi lihat juga suplai uang pada waktu itu seperti apa,” tambahnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Pangkas Subsidi Listrik Tanpa Bebani Rakyat
Purbaya menambahkan pemerintah sempat menggenjot likuiditas hingga April 2025 melalui berbagai insentif. Namun, pelonggaran tersebut bersifat sementara.
“Waktu itu digenjot uang sampai dengan bulan April. Ada delay-nya, April, Mei, Juni, Juli, biasanya tiga bulan. Mei digenjot lagi ke bawah uangnya, sehingga uangnya melambat dan kita mengalami pelambatan ekonomi setelah itu,” paparnya.
Sebelumnya, keraguan terhadap data pertumbuhan ekonomi sempat ditanggapi Istana. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan saat itu, Hasan Nasbi, menegaskan pemerintah selalu menyampaikan data sesuai kondisi sebenarnya.
Baca Juga: AHY Kawal Pembangunan IKN, Target Jadi Ibu Kota Politik 2028 Meski Anggaran Tersendat
“Kalau keresahan mungkin framing ya, saya juga membaca beberapa ekonom yang mungkin tidak terlalu positif melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif,” kata Hasan dalam keterangan di Kantor Kwarnas, Jakarta, 7 Agustus 2025.
Hasan menekankan pemerintah tidak pernah merekayasa data pertumbuhan.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Bakal Sisir Anggaran Kementerian dan Lembaga: Tim Monitoring, Tambahan Bansos, dan Restu Istana
Leony Bedah Laporan Keuangan Tangsel 2024: Anggaran Suvenir Miliaran, Jalan dan Bansos Minim Disorot
Prabowo Akan Berpidato di PBB: Bahas Isu Global, Istana Sebut Penghormatan bagi Indonesia
AHY Kawal Pembangunan IKN, Target Jadi Ibu Kota Politik 2028 Meski Anggaran Tersendat
Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Pangkas Subsidi Listrik Tanpa Bebani Rakyat
Modus Kredit Fiktif Terungkap, 3 Pegawai Bank Bengkulu Dijebloskan ke Tahanan