REDAKSI88.com – Bupati Pati, Sudewo, tengah menjadi sorotan publik usai namanya terseret dalam kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
KPK menyebut Sudewo sebagai salah satu pihak yang diduga menerima aliran dana terkait kasus tersebut.
Pada 11 April 2023, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah yang kini berganti nama menjadi BTP Kelas I Semarang. Dari operasi itu, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.
Baca Juga: Empat Negara Barat Akui Palestina, Netanyahu Sebut Tak Berdampak
Kasus tersebut terkait proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Hingga November 2024, KPK menetapkan 14 tersangka tambahan serta dua korporasi.
Proyek yang disorot antara lain jalur ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso, pembangunan jalur KA di Makassar, Sulawesi Selatan, empat proyek konstruksi serta dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur, dan perbaikan perlintasan sebidang di Jawa-Sumatera.
Dalam proyek itu, diduga terjadi rekayasa administrasi hingga pengaturan pemenang tender.
Baca Juga: Pro Kontra Makan Bergizi Gratis: DPR Kritik Distribusi, Istana Pastikan Perbaikan Tanpa Ubah Skema
Nama Sudewo disebut dalam persidangan kasus dengan terdakwa Kepala BTP Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya, dan pejabat pembuat komitmen Bernard Hasibuan. Dalam sidang terungkap KPK menyita uang sekitar Rp3 miliar dari Sudewo.
Pada 27 Agustus 2025, Sudewo memenuhi panggilan KPK sebagai saksi. Ia menegaskan telah memberikan keterangan apa adanya.
“Saya jawab semua pertanyaan sejujurnya. Soal uang juga sudah saya jelaskan sejak dua tahun lalu bahwa itu pendapatan dari DPR RI, rinci dengan pemasukan dan pengeluaran,” ujarnya.
Baca Juga: Oknum TNI Diduga Pukul Pengemudi Ojol di Pontianak, Korban Alami Patah Hidung
KPK kembali memeriksa Sudewo pada Senin, 22 September 2025. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pemeriksaan tersebut.
“Benar, hari ini KPK memeriksa saksi saudara SDW terkait dugaan korupsi pembangunan jalur kereta api di lingkungan DJKA Kemenhub,” kata Budi.***
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Pangkas Subsidi Listrik Tanpa Bebani Rakyat
Modus Kredit Fiktif Terungkap, 3 Pegawai Bank Bengkulu Dijebloskan ke Tahanan
Menkeu Purbaya Sentil Pihak yang Ragukan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen, Blak-blakan Bilang Begini
Oknum TNI Diduga Pukul Pengemudi Ojol di Pontianak, Korban Alami Patah Hidung
Pro Kontra Makan Bergizi Gratis: DPR Kritik Distribusi, Istana Pastikan Perbaikan Tanpa Ubah Skema
Empat Negara Barat Akui Palestina, Netanyahu Sebut Tak Berdampak