Hari Tani Nasional ke-65: Serikat Petani Indonesia Gelar Aksi Damai di Monas, Desak Reforma Agraria Sejati

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 24 September 2025 | 13:21 WIB
Suasana aksi damai Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional.  (X.com/@TMCPoldaMetro)
Suasana aksi damai Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional. (X.com/@TMCPoldaMetro)

Redaksi88.com – Serikat Petani Indonesia (SPI) menggelar aksi damai memperingati Hari Tani Nasional (HTN) ke-65 di kawasan Monas hingga Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 24 September 2025.

Sejak pagi, massa mulai berkumpul dengan membawa pesan besar tentang reforma agraria sejati dan keadilan bagi petani.

Aksi ini berawal dari seruan resmi SPI yang disampaikan sehari sebelumnya melalui akun Instagram @spipetani pada Selasa, 23 September 2025. 

Baca Juga: Awal Mula 352 Siswa Keracunan Massal yang Diduga Imbas Menu MBG Tak Layak Konsumsi di KBB, Lonjakan Korban dalam Hitungan Jam

Dalam unggahan tersebut, SPI mengumumkan titik kumpul di depan IRTI Monas pukul 09.00 WIB, sebelum melakukan long march menuju Istana Negara.

Seruan itu menegaskan bahwa peringatan HTN bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum konsolidasi gerakan petani. 

Ketua Umum SPI Henry Saragih mengajak seluruh petani di Indonesia menjadikan tanggal 24 September sebagai tonggak perjuangan.

Baca Juga: Alasan di Balik Pembentukan Reformasi Polri: Muncul Tim Transformasi dan Tantangan Implementasi

“Kepada seluruh petani Indonesia, mari kita jadikan Hari Tani Nasional pada 24 September 2025 sebagai momen perjuangan untuk mengingatkan pemerintahan Prabowo melaksanakan reforma agraria sejati,” ujar Henry dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 September 2025.

Desakan untuk Pemerintah

Wakil Ketua Umum SPI Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus Ketua Pelaksana HTN 2025, Agus Ruli Ardiansyah, menyampaikan bahwa fokus utama aksi tahun ini adalah mendesak pemerintah untuk menjadikan reforma agraria sebagai prioritas pembangunan nasional.

“Kami berharap pemerintah menunjukkan target dan capaian nyata, sesuai dengan agenda pembangunan yang menekankan kesejahteraan rakyat desa dan pengentasan kemiskinan,” tutur Agus.

Baca Juga: Mahfud MD Bersedia Bergabung dengan Komite Reformasi Polri, Istana Respons Positif

“Reforma agraria harus menjadi pintu masuk dengan menata ulang struktur penguasaan dan distribusi lahan agar lebih adil bagi rakyat, terutama petani,” imbuhnya.

Delapan Tuntutan Petani

SPI dalam aksinya mengajukan delapan tuntutan yang dianggap krusial untuk memperbaiki kondisi agraria di Indonesia. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X